Asal Usul Tradisi Pernikahan Pantun Palang Pintu Betawi

0 579

Asal Usul Tradisi Pernikahan Pantun Palang Pintu Betawi

Bagi masyarakat betawi nilai kebudayaan selalu melekat hingga saat ini, dan selalu di jaga untuk di lestarikan untuk anak cucu salah satunya adalah pantun palang pintu. Palang pintu merupakan satu adat istiadat pernikahan yang masih cukup kuat dijalani masyarakat Betawi. Suku yang mendiami wilayah Jakarta dan sekitarnya ini memiliki serangkaian sakral dari rukun adat pernikahan. Menurut masyarakat Betawi, upacara pernikahan bertujuan untuk memenuhi kewajiban dan perintah norma agama, yaitu Islam yang banyak dianut warga Betawi. Adanya rangkaian upacara pernikahan pada adat Betawi dimaksudkan untuk memberi pesan kepada masyarakat bahwa pernikahan adalah ikatan ritual yang hanya terjadi sekali seumur hidup. Oleh sebab itu, ada beberapa tahapan persyaratan tertentu yang harus dilakukan oleh pasangan pengantin saat melangsungkan prosesi pernikahan.

Arti dari Palang Pintu adalah Tradisi di suku Betawi untuk membuka penghalang orang lain untuk masuk ke daerah tertentu dimana daerah tersebut mempunyai jawara dan biasa dipakai di pernikahan. Perlengkapan pada tradisi palang pintu adalah rebana ketimpring, kembang kelape, petasan, sirih dare, pantun, sikeh, dan silat betawi.

Asal muasal tradisi palang pintu

Palang pintu ada sekitar tahun 1933, palang pintu saat itu berarti menyambut. Sambutannya yang pertama adalah pihak laki-laki memberi salam dan pihak perempuan menjawab salam dan bertanya apa maksud dan tujuannya datang. Setelah itu baru debat pantun, membaca ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan adu silat. Dulu yang memakai adat ini adalah orang-orang kaya karena membutuhkan dana yang besar untuk alat musik dan segala macam. Dulu juga pengantin laki-laki dan pengantin perempuan tidak saling kenal. Jadi adu pantun dan adu silatnya adalah asli. Awalnya dialog yang digunakan adalah dialog yang sopan tetapi tegas dan lugas seperti adat betawi aslinya. Pihak perempuan juga ingin melihat kemampuan mengaji dari pihak laki-laki.

Source http://suog.co/ http://suog.co/asal-usul-tradisi-pernikahan-pantun-palang-pintu-betawi
Comments
Loading...