Asal – Usul Sarageni, Lebak Banten

0 44

Asal – Usul Sarageni, Lebak Banten

Sarageni berada di wilayah Lebak Tengah dan berada dalam wilayah Kecamatan Cimarga Kabupaten Lebak. Kalau yang sering bolak balik ke arah selatan Lebak, pasti sering melintasinya. Pada masa Kolonial, akses jalan ini digunakan oleh bangsa Belanda dan Jepang untuk melintas dan menuju ke daerah Cileles atau Parung Kujang.

Pada zaman belanda yang sangat kejam pemjajahan nya mereka ingin menguasai daerah-daerah yang banyak lahan tanah, untuk di jadikan lahan pertanian. Agar orang-orang Belanda itu dapat menanam padi, sayuran, dan tanaman yang dapat di jual agar menghasilkan keuntungan yang sangat besar bagi orang-orang Belanda.

Ketika orang-orang Belanda sudah memasuki dan bertempat tinggal di daerah tersebut datanglah orang-orang Jepang  yang ingin merebut dan menguasai daerah tersebut. Akhirnya peperangan terjadi antara Belanda dan Jepang, pasukan Belanda maupun Jepang sangat sulit di kalahkan karena pasukan Belanda sangat tidak di kalahkan.

Lama peperangan antara belanda dan jepang akhirnya jepang kalah oleh pasukan Belanda pasukan Jepang mundur dan akhirnya meninggalkan daerah tersebut. Orang-orang Belanda lebih kejam pada penduduk setempat mereka merasa lebih kuat, untuk menguasai daerah tersebut.

Penduduk setempat selalu di perbudak dan di jadikan pekerja mereka penduduk harus bekerja untuk menanam padi, sayuran dan tanaman yang lain. Tidak ada satu pun penduduk yang berani atau melawan, orang-orang Belanda, meskipun ada yang melawan penduduk itu langsung di kasih hukuman (di tembak mati).

Hari ke hari penduduk selalu di lakukan kasar, oleh orang-orang Belanda. Pada suatu hari ada seorang penduduk yang berani melawan satu per satu orang-orang Belanda. Bahkan membunuh orang Belanda ketika orang-orang belanda sedang tidur.

Seorang pemberani itu selalu, memotong 2 (dua) kuping sesudah di bunuhnya, orang Belanda dan dua kuping yang sudah di potong itu di simpan di mana para orang-orang belanda kumpul atau rapat mendengar kejadian itu orang Belanda itu sangat marah mereka ingin tahu siapa yang berani melakukan hal seperti itu.

Karena orang-orang Belanda itu sudah mengetahui bahwa ada seorang penduduk yang berani melawan atau membunuh orang Belanda itu penjagaan semakin di perketat penduduk banyak yang di penjarakan agar memberi tahu siapa yang sudah berani membunuh orang belanda bahkan berani memotong dua kuping dan meyimpannya di tempat di mana orang-orang belanda rapat. Belanda itu meyuruh salah satu seorang penduduk.

Untuk mencari tahu ke beradaan, siapa yang membunuh orang belanda akhirnya seorang penduduk yang telah di jadikan mata-mata oleh orang belanda sudah mengetahui di mana orang yang telah berani membunuh anak buah belanda secar sembunyi. Ternyata orang yang selama ini menjajah mereka secara sembunyi itu bernama ( KI-ISMAIL ), tinggal di sebuah hutan.

Dan yang sangat anehnya tidak ada yang tahu tentang asal usul Ki-Ismail, mengetahui hal itu orang Belanda mengumpulkan penduduk sekitar agar mereka tahu siapa yang selama ini telah menyembunyikan KI-ISMAIL. Tetapi penduduk sekitar tidak ada yang tahu dari mana asal KI-ISMAIL akhirnya KI-ISMAIL.

Menampakan dirinya dan meyuruh orang-orang belanda untuk pergi dari desa tersebut, bukannya meninggalkan desa tersebut malah orang Belanda itu meyerang KI-ISAMAIL. Namun anehnya KI-ISMAIL, tidak mempan di tembak bahkan di tusuk oleh pedang, penduduk akhirnya berani melawan orang Belanda dan terjadilah peperangan antar penduduk sekitar dengan orang Belanda.

Namun orang Belanda kalah dalam peperangan itu meski penduduk hanya menggunakan tembakan yang terbuat dari bambu senjata itu di buat oleh KI-ISMAIL. Orang Belanda itu pun pergi dari desa tersebut tetapi dalam kekalahnya berperang ternyata orang Belanda sangat dendam terhadap penduduk setempat.

Suatu malam ketika penduduk sedang tidur orang belanda membakar desa tersebut dan satu persatu rumah penduduk, mengetahui hakl itu KI-ISMAIL, sangat marah dan menyapu api-api yang sudah membakar desa dengan kekuatan yang dia miliki sedikit demi sedikit api pun mulai padam penduduk desa pun mulai membangun dan merapihkan puing-puing sisia ke bakaran itu kemudian terkenal lah desa tersebut  Dengan julukan desa atau kampung SARAGENI   SARA adalah SAPU GENI adalah API

Dalam beberapa versi ada yang mengatakan, bahwa kampung yang dibakar merupakan inisiatif masyarakat untuk mengelabui Belanda, ada pula yang mengatakan bahwa kampung yang dibakar secara sengeja untuk mengulur waktu dan agar masyarakatnya dapat mengungsi.

Banyak Versi, membuat banyak cerita untuk dikisahkan kepada Anak – Cucu dimasa yang akan datang. Agar tidak melupakan sejarah dimasa lalu, dan meneruskannya untuk ke genarasi selanjutnya sebagai pembelajaran.

Source http://goldenhistoryentertainment.blogspot.co.id/ http://goldenhistoryentertainment.blogspot.co.id/2017/12/cerita-rakyat-asal-usul-sarageni-lebak.html Wikipedia "Sarageni"

Leave A Reply

Your email address will not be published.