Asal Usul Rangkasbitung Banten

0 115

Asal Usul Rangkasbitung Banten

Rangkasbitung merupakan ibu kota Kabupaten Lebak. Kata Rangkasbitung berasal dari kata rangkas dan bitung. Rangkas artinya “Patah” dan “bitung” adalah nama pohon bambu. Pada zaman dahulu, di daerah yang kini bernama Rangkasbitung tumbuh satu rumpun pohon bambu yang amat lebat. Penduduk menamakan bambu itu awi bitung ( bambu bitung).

Keberadaan pohon bambu itu membawa keberuntungan bagi penduduk. Mereka menjadikannya sebagai sumber mata pencaharian. Aneka anyaman dan peralatan rumah tangga dari bambu yang mereka buat. Karena menganggap pohon itu sebagai sumber kehidupan, mereka sangat mengeramatkannya.

Mereka menyembah pohon itu dan memberinya sesaji. Pada suatu hari, seorang ulama datang ke daerah itu, ia melihat perbuatan musyrik yang dilakukan oleh penduduk. Dengan lembut, sang ulama menasihati mereka agar menghentikan perbuatan itu.

Ulama tersebut, berkata “ Saudara – saudara , hentikanlah menyembah pohon itu, yang kalian lakukan itu musyrik hukumnya. Allah sangat tidak suka pada perbuatan itu, berarti kalian telah menduakanNya. Hanya Allah lah yang patut kalian sembah. Ia yang menciptakann dunia ini dan seluruh isinya. Kita semua ciptaan-Nya. Begitu pula dengan pohon bambu yang kalian sembah itu. Jadi, sangat tidak pantas menyembahnya. Mintalah pada-Nya bila kalian mempunyai keinginan. Banyak – banyaklah berdoa pada-Nya agar apa yang kalian inginkam itu terkabul”.

Tetapi tak seorang pun penduduk mau menuruti kata – kata ulama tersebut. Dengan sangat kasar, mereka mengusir sang ulama. Ulama itu akhirnya pergi dengan kesedihan yang mendalam. Namun, belum juga jauh ia melangkah, tiba – tiba angin datang menderu-deru. Angin itu berputar-putar sangat kencang.

Angin kencang menelikung daerah itu, tetapi sang ulama luput dari putaran angin itu. Diperhatikannya angin yang semakin lama semakin berputar keras. Penduduk sangat ketakutan. Rumpun pohon bambu yang jadi sumber mata pencaharian penduduk itu tumbang diterjang angin kencang itu. Rumah-rumah warga roboh.

Angin kemudian berhenti. Penduduk banyak yang tewas tertimpa rumah-rumah yang roboh atau pepohonan yang tumbang. Banyak yang diterbangkan angin dan lenyap entah ke mana. Sang ulama itu membangun perkampungan baru di daerah itu.

Dibukanya sebuah pesantren. Banyak orang datang ke pesantren itu untuk belajar agama. Lalu, untuk mengingatkan orang bahwa di daerah itu pernah terjadi perbuatan musyrik dan agar perbuatan seperti itu tak terulang lagi, sang ulama memberi nama daerah itu “Rangkasbitung”.

Source https://cahayaputrifurniture.blogspot.co.id/ https://cahayaputrifurniture.blogspot.co.id/2017/12/sejarah-asal-usul-nama-rangkasbitung.html
Comments
Loading...