Asal Usul Nama Kampung di Jogja

0 242

Asal Usul Nama Kampung di Jogja

Berdasarkan letaknya, kampung-kampung tersebut dibagi menjadi kampung Jeron Beteng alias kampung-kampung yang berada dalam kompleks Keraton yang dibatasi dengan benteng (beteng, Jawa), dan kampung Jaba Beteng atau yang terletak di luar benteng Keraton.

Beberapa kampung di kawasan Jeron Beteng umumnya dihuni para abdi dalem Keraton, sehingga penamaannya diambil dari keahlian atau tugas pokoknya sebagai abdi dalem. Misalnya saja kampung Mantrigawen yang diambil dari kata “mantri gawe”, yakni abdi dalem kepala pegawai. Kemudian ada kampung Gamelan. Tapi jangan sangka warganya adalah abdi dalem pembuat gamelan. Kampung Gamelan ini dihuni oleh para abdi dalem yang bermata-pencaharian sebagai pembuat tapal kuda.

Contoh kampung lainnya adalah Patehan, diambil dari kata “teh” karena ditinggali oleh para abdi dalem pembuat teh. Lalu kampung Siliran adalah kampungnya abdi dalem Silir yang bertugas menyalakan lampu penerangan di area Keraton. Untuk abdi dalem yang bertugas menabuh gamelan, ada kampung Namburan dan Nagan.

Melongok ke area Jaba Beteng, ada sejumlah kampung yang dinamai sesuai dengan jabatan/pekerjaan abdi dalem penghuninya atau nama kesatuan prajurit. Kampung-kampung yang dinamai sesuai jabatan/pekerjaan penghuninya misalnya kampung Pajeksan yang dulu banyak didiami jaksa. Lalu kampung Gowongan yang merupakan tempat tinggal tukang bangunan, sedangkan kampung Jlagran didiami oleh tukang batu.

Kampung-kampung yang disesuaikan dengan kesatuan prajurit antara lain kampung Prawirotaman, dihuni oleh prajurit-prajurit kesatuan Prawirotomo; kampung Wirobrajan, ditinggali para prajurit dari kesatuan Wirobrojo: kampung Patangpuluhan, tempat tinggalnya para prajurit kesatuan Patangpuluh serta Jogokaryan, tempat kediaman prajurit pasukan Jogokaryo. Pasukan-pasukan ini dapat dilihat pada upacara Keraton seperti dalam grebeg Sekaten yang dilangsungkan setiap peringatan Maulid Nabi SAW.

Selain dua jenis kampung di atas, ada juga nama-nama kampung yang didasarkan pada etnis mayoritas penghuninya. Seperti kampung Pecinan untuk etnis Tionghoa, kampung Sayidan yang didiami etnis Arab, dan kampung Menduran yang merupakan kampungnya etnis Madura. Sedangkan orang-orang Eropa menghuni daerah seputaran Sagan, Kotabaru, dan Jl. Solo. Peninggalan mereka berupa rumah-rumah bergaya Eropa masih bisa dilihat di tiga kawasan tersebut.

Source Asal Usul Nama Kampung di Jogja Bungeko
Comments
Loading...