Asal Usul Ken Arok

0 117

Asal Usul Ken Arok

Mengenai ayah Ken Arok, banyak sumber sejarah yang berpendapat berbeda. Tetapi, mengenai ibunya dan pada masa itu Ken Arok menjadi perampok di usia dewasa, sumber-sumber tersebut menceritakan kisah yang sama. Dalam laporan penelitian Sukatman (2012), Ken Arok di kisahkan sebagai putra Gajah dari desa Campara (bacem-Lodoyo-Blitar) dengan seorang wanita desa Pangkur (Jiwut-Ngelegok-Blitar) bernama Ken Ndok. Gajah adalah nama jabatan setara Wedana (pembantu adipati) pada era Kerajaan Kediri. Sebelum Ken Arok lahir, ayahnya telah meninggal ketika ia masih dalam kandungan. Dan, saat itu, Ken Ndok telah direbut oleh Raja Kediri. Oleh ibunya, bayi Ken Arok dibuang di sebuah pemakaman, hingga kemudian di temukan dan di asuh oleh seorang pencuri bernama Lembong. Dari sinilah, kemudian Ken Arok kelak menjadi Prampok.

Ken Arok pun tumbuh menjadi berandalan yang ahli mencuri dan gemar judi, sehingga membebani Lembong yang banyak hutang. Dan akhirnya Ken Arok pun di usir. Kemudian, Ken Arok di asuh oleh Bango samparan, seorang penjuri daari desa Karuman (sekarang Garum Blitar) yang menganggapnya sebagai pembawa keberuntungan.

 Sementara itu, Serat Pararaton terjemahan Ki J. Padmapuspita mengisahkan berbeda. Di dalam kitab ini, di jelaskan bahwa Ken Arok lahir dalam rahim seorang ibu yang bernama Ken Ndok. Nama aslinya adalah Astia, kembang dusun Pangkur yang cantik mempesona. Kemudian ia dipersunting oleh seorang Maharesi yang bernama Resi Agung Sri Yogiswira Girinata, pemimpin Padepokan Griliya yang sangat terkenal pada waktu itu. Karena sepuluh tahun tak pernah “disentuh”, akhirnya Ken Ndok berpaling hati kepada seorang pemuda yang kebetulan menolongnya pada saat kecelakaan di hutan. Pemuda itu bernama Gajah Para. Sampai akhirnya Gajah Para difitnah telah menghamili Ken Ndok karena seringnya mereka bersama. Padahal menurut kajian Ki J. Padmapuspita, Ken Ndok hamil oleh seorang resi cabul yang menghipnotisnya hingga tertidur dan menyetubuhinya.

Merasa bukan pelakunya, Gajah Para tiak mengakui anak yang dikandung Ken Ndok. Sehingga, Ken Ndok malu dan lari dari Geriliya ke sebuah daerah tersembunyi. Disana Ken Ndok mengakui anak yang dikandungnya adalah anak Dewa Brahma, sehingga Ken Ndok di anggap gila dan diusir dari daerah tersebut. Sesampainya di daerah pekuburan, mungkin sudah waktunya, Ken Ndok akhirnya melahirkan bayi tersebut, dan meninggalkannya begitu saja di tengah pekuburan. Hingga lewatlah seorang pencuri yang bernama Ki Lembong, lalu memungut anak tersebut, dan memberi nama anak tersebut Temon karena Ia anak temuan. Akibat salah asuhan, akhirnya malah membuat ki Lembong terjerat hutang akibat ulah Temon yang suka berjudi.

Keturunan Ken Arok

Dari pernikahannya dengan Ken Arok, Ken Dedes telah melahirkan empat orang anak yaitu, Mahisa Wonga Teleng, Panji Saprang, Angnibhaya, dan Dewi Rimbu. Sementara itu, Keturunan Ken Arok dari isteri pertamanya (sumber lain menyebutnya selir) bernama Ken Umang, juga empat orang anak yaitu, Tohjaya, Panji Sudatu, Tuan Wergola, dan Dewi Rambi. Selain itu, Ken Dedes juga memiliki putra Tunggul Ametung yang bernama Anuspati.

Keistimewaan sosok Ken Arok

Nama Ken Arok memang hanya di jumpai dalam Pararaton. Sehingga, di duga kuat merupakan ciptaan si pengarang sebfgai nama asli Raasa. Arok di duga berasal dari kata “Rok” yang berarti Berkelahi. Tokoh Ken Arok memang di kisahkan nakal dan gemar berkelahi. Pengarang Pararaton sengaja menciptakan tokoh Ken Arok sebagai masa muda sang Rajasa dengan penuh keistimewaan. Kasus yang sama terjadi pula pada Babad Tanah Jawi. Leluhur raja-raja Kesultanan Mataram dikisahkan sebagai manusia-manusia pilihan yang penuh keistimewaan Ken Arok diberitakan sebagai putra Brahma, Titisan Wisnu, serta Penjelmaan Siwa, sehingga seolah olah kekuatan Trimurti berkumpul dalam dirinya.

Source Asal Usul Ken Arok Kerajaan Singasari
Comments
Loading...