Kesenian Gacle dari Cilegon

0 257

Gacle atau gacrik melupakan kesenian yang biasa nempel pada kesenian debus, banyak sebagian orang menyebut bahwa gacle adalah salah satu atraksi pada kesenian debus. Gacle adalah kesenian tersendiri, jenis kesenian ini lahir dari permainan anak-anak di wilayah Serang Timur tepatnya di Keragilan.

Pemain gacle biasanya melibatkan anak-anak yang masih berumur 8 hingga13 tahun untuk di jadikan gaclenya. Seiring dengan perkembangan zaman, kemudian gacle ini dikombinasikan dengan kesenian ubrug dan patingtung hingga tampilannya menarik. Beberapa alat kesenian yang digunakan dalam pentas Gacle, antara lain 2 buah kendang tanggung, sebuah terompet dan 3 buah goong yang berbeda. Yang paling besar berukuran garis tengah 38 cm, dan tebal 6 cm, yang kedua berukuran 35 cm, dengan ketebalan 4 cm, kemudian ditambah dengan sebuah ketuk, satu set kecrek yang terbuat dari perunggu.

Pemain gacle biasanya berjumlah 14 orang terdiri dari laki-Iaki dan perempuan. Diantaranya 8 orang sebagai penabuh gamelan, kemudian 5 orang sebagai penari dan seorang perempuan sebagai penari. Busana yang dikenakan pada umumnya baju kampret berwana hitam atau gelap dan celana pangsi berwarna hitam dan ikat kepala yang disebut lomar terbuat dari kain batik loreng.

Sementara penari atau wanita yang dijadikan gade mengenakan busana baju kurung, celana sontogonyak/rawis mua, amplok-amplok, singer, kalung, selendang, ban tangan dan kaki, keris dan kaca mata hitam. Para penari semua berputar-putar sebanyak tiga kali mengelilingi korban yang dijadikan gade yang sedang ditutup dalam sangkar dengan kondisi semua anggota tubuhnya terikat tali. Setelah semua penari mengelilingi kurungan sebanyak tiga kali, kemudian mereka mengangkat penutup kain pada kurungan tersebut sambiI menyanyikan: angkat sampeyong sayong buying lelima.

Source https://udenguv.wordpress.com/2012/09/14/jenis-kesenian-tradisonal-kota-cilegon/ https://udenguv.wordpress.com
Comments
Loading...