Asal-usul Desa Lemahireng

0 82

Asal-usul Desa Lemahireng

Teka teki asal mula sebuah Desa yakni Desa Lemahireng yang berada di wilayah Kabupaten Semarang, hingga saat ini masih menjadi teka-teki dan misteri atas kebenaranya. Secara pasti masyarakat tidak mengetahui sejarah sebenarnya. Menurut cerita salah satu sesepuh di Dusun Krajan, Desa Lemahireng, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Mbah Yatin (84) mengatakan, Peristiwa ini terjadi sekitar abad 18 pada saat Pengeran Benowo di pada waktu itu menjabat sebagai Raja Surakarta Hadiningrat dan bergelar Prabu Purwokusumo.

“Saat itu Pangeran Benowo mengutus 4 ulama bersaudara yang di tugaskan untuk mendakwahkan islam ke daerah utara. Mengingat  daerah utara pada saat itu belum tersentuh Islam dan mayoritas masyarakatnya masih beragama Kejawen,Hindu dan Pemujaan roh serta banyak yang menganut aliran hitam,”tutur Mbah Yatin. Empat ulama yang di utus untuk bersyiar di antaranya, Syeh Akhmaluddin,Akhsanudin, Basyarudin dan Syeh Shihabuddin. Untuk menjalankan amanahnya dari Prabu Purwokusumo ke empat ulama tersebut akhirnya berpencar di wilayah Desa Tanjung atau yang saat ini di kenal dengan Pringapus.

Selanjutnya Syekh Basyaruddin menetap di Gunung Munggut di daerah Pringapus dan mendirikan pesantren di sebuah bukit kecil tersebut,letak gunung munggut sendiri sekitar 10KM sebelah utara Lemahireng.” Syeh Basyaruddin Menurut kisah yang berkembang, Syekh Basyaruddin tidak punya keturunan jadi dapat di simpulkan karena Nyai Basyaruddin juga berdakwah seperti suaminya(memang ini alasan lemah tetapi biasanya suami istri yang tidak berketurunan berpeluang besar dalam berkarir /berdakwah). Dakwah zaman dulu sangat berat karena yang di hadapi adalah ilmu – ilmu hitam,”tutur Mbah Yatin.

Lebih lanjut Mbah Yatin menjelaskan, Secara mata terbuka dulunya memang hutannya di bakar sehingga pepohonan dan tumbuhan  liar lainya ludes jadi hangus terbakar dan tanahnya menjadi hitam. Tak hanya tumbuhan, binatang liar yang berada di dalam hutan pun berlarian untuk menyelamatkan diri keluar dari hutan supaya tidak terbakar.

Dari peristiwa itu maka saat ini daerah tersebut bernama merakmati dan macanmati. “Sebenere wektu di obong iku niate ora ngobong alas, anangeng ngobong ngelmu ireng kang jahat, yang sebelumnya uwes di ngajek ake,(Sebenarnya bukan hutan saja yang di bakar melainkan membakar ilmu jahat yang berada di dalam hutan, yang sebelumnya sudah di bacakan doa doa suci alquran,”jelas Mbah Yatin.

Dengan di bakarnya hutan tersebut bertujuan agar  jin syetan yang berada di dalam hutan itu menjadi merasa panas, sehingga segera keluar dari hutan belantara tersebut. Setelah hutan di bakar,  Nyai Basyaruddin segera membangun pemukiman di daerah tersebut serta menetap untuk berdakwah. “Nyi Lemahireng saat itu berdakwah mengajarkan ajaran agama islam dan hingga akhirnya meninggal dunia dan di makamkan di Punden Lemahireng,”tutup Mbah Yatin.

Source http://www.teropongmalam.com/ http://www.teropongmalam.com/2017/07/misteri-asal-usul-desa-lemahireng.html
Comments
Loading...