Asal Usul Botram

0 71

Asal Usul Botram

“Botram” merupakan kata yang diserap dari bahasa asing. Entah dari bahasa apa, kata tersebut diserap namun, botram telah menjadi suatu tradisi makan bersama masyarakat Sunda yang cukup menarik. Botram (ngabotram) merupakan suatu istilah dalam bahasa Sunda yang merujuk pada sebuah kegiatan maka bersama beralaskan daun pisang yang dilakukan di sembarang tempat (seperti kebun, pantai, rumah) yang bertujuan mempererat rasa kekeluargaan serta untuk bersenang-senang. Biasanya masyarakat Sunda melakukan kegiatan  ngabotram sebelum bulan puasa. Karena acaranya bersifat yang informal, maka dalam acara botram dilarang membicarakan hal-hal serius ataupun bercerita sesuatu hal yang menyedihkan. Itu dapat merusak selera makan…

Ada beberapa yang wajib ada ketika ngabotram yaitu, nasi liwet, sambal, lalapan, kerupuk,dan ikan asin. Tak jarang dalam ngebotram, juga dijumpai menu seperti tahu, tempe,ayam, oseng jengkol, dan petai. Yang unik dalam kegiatan ngabotram ini, tidak ada pihak harus menyediakan makanan dan pihak lain harus menghabiskan makanan. Masing-masing orang membawa makanan serelanya dan seadanya. Semua yang terlibat dalam dalam acara ngabotram tidak diberi ketentuan yang mengingat untuk membawa makanan khusus. Yang terpenting bisa makananya bisa dinikmati bersama.

Yang menarik tradisi makan bersama masyarakat Sunda ini, ada pengguna bahan alam sebagai media alas penyaji makanan (daun pisang). Di zaman yang serba maju ini, kepraktisan menjadi faktor utama seseorang memilih benda yang berguna untuk kehidupan. Tak jarang dalam beberapa acara makan bersama, penggunakan kertas, plastik, ataupun styrofoam sebagai alas penyaji maknan lebih diminati dibandingkan penggunaan bahan alam seperti daun pisang, batok kelapa dan lainnya dengan alasan kepraktisan. Padahal ditinjau dari dampaknya terhadap lingkungan, penggunaan kertas, plastik, dan styrofoam lebih berbahaya dibandingkan bahan alam.

Menurut Indonesia Solid Waste Association (InSWA), organisasi profesi yang bergerak di bidang manajemen dan teknologi pengelolaan sampah, waktu urai untuk kertas sekitar satu hingga tiga minggu, plastik antara 10-80 tahun tergantung jenis plastik, dan styrofoam akan terurai setelah 10.000 tahun. Sedangkan daun pisang, batok kelapa dan bahan alam lainnya yang biasa digunakan sebagai alas saji makanan lain memiliki waktu urai yang lebih singkat. Ini disebabkan bakteri yang terdapat didalam tanah telah mengenal bahan tersebut sebagai makanan sehari-hari mereka. Kegiatan bancakan dan botram mengurangi pemakaian sampah padat terutama dalam acara-acara yang bersifatnya informal dan meningkatkan kekeluargaan. Selain, dapat bersenang-senang bersama teman dan keluarga, namun juga membantu melestarikan budaya dan mengurangi sampah padat yang sulit terurai.

Source https://komunitasaleut.com/ https://komunitasaleut.com/2014/07/07/asal-usul-bancakan-dan-botram/
Comments
Loading...