Asal Mula Desa Nagasareh

0 33

Asal Mula Desa Nagasareh

Dahulu kala disebuah desa ada sebuah cerita tentang seorang pemuda yang pergi untuk bertapa. Hari demi hari, minggu, bulan bahkan bertahun-tahun pemuda tersebut tak kunjung pulang membuat kedua orang tua nya sangat merindukannya. Mereka pun mencari anak yang sangat dirindukan itu kesegala tempat yang bisa dituju, namun tidak ada hasil yang didapat.

Pada suatu hari orang tua pemuda tersebut mendapat mimpi yang aneh, mereka bermimpi bahwa anaknya ada ditengah hutan yang jauh tempatnya. Pagi hari keduanya bergegas berangkat dan pergi melewati segala rintangan yang didapat. Anak yang dicari tak ditemukan, hanya seonggok kayu yang ditumbuhi jamur. Kecewa, mereka pun kembali pulang. Hari kedua, mereka kembali mendapatkan mimpi yang sama namun terlintas sebuah sungai dimimpi itu. Mereka pun kembali bergegas ketengah hutan untuk mencari anak nya. Namun apa daya, maksud hati memeluk gunung apa daya tangan tak mampu. Anak yang dicari tetap tak ditemukan, kembali hanya kayu tua ditumbuhi jamur yang terlihat oleh mata. Kali ini mereka tak mau pulang dengan tangan kosong. Kayu yang telah ditumbuhi banyak jamur itu pun dibawa kesebuah sungai.

Kayu tadi mereka cuci disebuah sungai, membuang jamur yang ada di atas nya dan mengelupas kulit nya hingga mulai terlihat sesosok manusia yang lama-kelamaan kembali bernyawa dan merupakan anak yang mereka cari. Inilah yang orang desa sebut Bengangin (e Bembeng keluar Angin).

Pemuda yang telah ditemukan tersebut bercerita kepada kedua orang tuanya bahwa dihutan tempat ia bertapa terdapat 3 makam leluhur bernama Ratu Cempaka dan dua orang yang seperti nya pengawal bernama Abdul Hamid dan Abdul Qadir. Ayah pemuda tersebut mulai bercerita pada masyarakat setempat yang kemudian mulai membabat hutan dan menggali tanah. Tak lama setelah itu, mereka menemukan 3 buah batu nisan berwarna merah yang serupa dengan batu kerajaan Majapahit. Dihutan dimana makam tersebut ditemukan banyak ditemukan kayu yang sama persis seperti dikerajaan Majapahit, kayu nogosari yang daunnya kecil. Karena banyak nya kayu tersebut desa ini mulai dikenal karena nogosari nya. Entah berapa lama kemudian desa ini mulai disebut Nagasareh, yang nya di ambil dari nogosari.

Banyak mitos yang berkembang didesa Nagasareh ini, jika kita menanam pohon diluar lokasi makam leluhur maka tidak akan bisa tumbuh tua. Ada pohon jambu yang buahnya berbentuk telur didesa ini, yang apabila di ambil buah nya maka tangan yang mengambil tidak akan akan bisa dilepas dari pohon tersebut. Untuk yang satu korban nya masih hidup dan tinggal di Nagasareh. Pernah juga ada seorang kiai besar dari Bangkalan bernama kiai Mukhsin yang memiliki kayu nogosari dan kemudian bermimpi bahwa kayu itu bisa berubah menjadi naga besar berwarna hijau.

Source http://desanagasareh.blogspot.com/ http://desanagasareh.blogspot.com/2015/01/asal-mula-desa-nagasareh.html
Comments
Loading...