Arti Panjang Jimat Keraton Kanoman, 9 Kali Dibunyikan Tanda Dimulainya Prosesi

0 150

Arti Panjang Jimat Keraton Kanoman, 9 Kali Dibunyikan Tanda Dimulainya Prosesi

Panjang Jimat sendiri, menurut juru bicara Keraton Kanoman, Ratu Raja Arimbi Nurtina memiliki arti peringatan kelahiran Rasulullah SAW. Sejarah dari prosesi Panjang Jimat ini, menurutnya memiliki kaitan dengan awal mula kehadiran Islam di tanah Caruban atau Cirebon.

Panjang adalah iring-iringan ritual Panjang dengan disertai benda pusaka yakni piring panjang yang dianalogikan sebagai tempat makan Gusti Rasul. Piring panjang itu adalah pemberian dari seorang pendeta Buda Parwa kepada Pangeran Cakrabuana sewaktu berguru mencari agama Islam.

Dilanjutkan Ratu Arimbi, setelah Pangeran Cakrabuana mendapat petunjuk dari Pendeta Buda Purwa, selanjutnya Pangeran Cakrabuana  bertemu Syekh Idhofi atau Syekh Nurjati dan belajar agama Islam. Dan berkat petunjuk pendeta itu, Pangeran Cakrabuana bertemu Syekh Idhofi Mahdi atau Syekh Nurjati di Gunung Jati kemudian belajar Islam secara totalitas di sana.

Sejarah Islam dan tradisi Panjang Jimat berkaitan, serta ritual berakhir pada 5 Desember 2017 ini memiliki makna yang terus dipertahankan sebagai tradisi yang wariskan leluhur Keraton Kanoman. Dalam piring (Panjang) sendiri terdapat beberapa tulisan yang mengandung nilai ajaran Islam yang harus menjadi Jimat (diaji dan dirumat) oleh segenap pemeluk Islam sebagai tujuan dari perayaan tahunan Maulid Nabi Muhammad Saw.

Sebelum dibuka prosesi Panjang Jimat terlebih dahulu dibunyikan lonceng Gajah Mungkur, sebanyak 9 kali sebagai tanda dimulainya prosesi. Lonceng dibunyikan dulu baru jimat-jimat pada keluar pada saat jam 9 malam.

Source http://jabar.pojoksatu.id/ http://jabar.pojoksatu.id/cirebon/2017/12/02/arti-panjang-jimat-keraton-kanoman-9-kali-dibunyikan-tanda-dimulainya-prosesi/
Comments
Loading...