“Anusapati, Raja Kedua Kerajaan Tumapel”

0 87
Siapa Anusapati?

Menurut Pararaton, Anusapati adalah putra pasangan Tunggul Ametung dan Ken Dedes. Ayahnya dibunuh oleh Ken Arok sewaktu dirinya masih berada dalam kandungan. Ken Arok kemudian menikahi Ken Dedes dan mengambil alih jabatan Tunggul Ametung sebagai akuwu Tumapel. Kemudian pada tahun 1222 Ken Arok mengumumkan berdirinya Kerajaan Tumapel. Ia bahkan berhasil meruntuhkan Kerajaan Kadiri di bawah pemerintahan Kertajaya.

Kisah Anusapati

Anusapati kemudian tumbuh dewasa tetapi, merasa kurang disayangi oleh Ken Arok dibanding saudara-saudaranya yang lain. Setelah mendesak ibunya (Ken Dedes), akhirnya ia pun mengetahui bahwa sesungguhnya ia merupakan anak kandung Tunggul Ametung yang mati dibunuh Ken Arok. Anusapati juga berhasil mendapatkan keris buatan Mpu Gandring yang dulu digunakan Ken Arok untuk membunuh ayahnya. Dengan menggunakan keris itu, pembantu Anusapati yang berasal dari Desa Batil berhasil membunuh Ken Arok saat sedang makan malam, pada tahun saka 1168 (tahun 1247 M). Anusapati ganti membunuh pembantunya tersebut untuk menghilangkan jejak. Kepada semua orang ia mengumumkan bahwa pembantunya telah gila dan mengamuk hingga menewaskan raja.

Sepeninggal Ken Arok, Anusapati naik takhta pada tahun saka 1170 (tahun 1248 M). Pemerintahannya dilanda kegelisahan karena cemas akan ancaman balas dendam anak-anak Ken Arok. Puri tempat tinggal Anusapati pun diberi pengawalan ketat, bahkan dikelilingi oleh parit dalam. Meskipun demikian, Tohjaya putra Ken Arok dari selir bernama Ken Umang tidak kekurangan akal. Suatu hari ia mengajak Anusapati keluar mengadu ayam. Anusapati menurut tanpa curiga karena hal itu memang menjadi kegemarannya. Saat Anusapati asyik menyaksikan ayam bertarung, tiba-tiba Tohjaya menusuknya dengan menggunakan keris Mpu Gandring. Anusapati pun tewas seketika. Peristiwa itu terjadi pada tahun saka 1171 (tahun 1249 M). Sepeninggal Anusapati, Tohjaya naik takhta. Namun pemerintahannya hanya berlangsung singkat karena ia kemudian tewas pada tahun saka 1172 (tahun 1250 M) akibat pemberontakan Ranggawuni putra Anusapati.

 

Dendan Anusapati Dan Tohjaya
Anusapati pun menggantikan Ken Arok menjadi raja di Singasari. Tidak lama kemudian, Tohjaya putra Ken Arok dari selir mengetahui rahasia pembunuhan ayahnya oleh Anusapati. Tohjaya pun membunuh Anusapati ketika mereka sedang menyabung ayam. Menurut sejarahnya, peristiwa pembunuhan Anusapati oleh Tohjaya terjadi pada tahun 1284 Masehi. Kemudian Tohjaya menggantikan Anusapati menjadi raja Singasari. Namun, Tohjaya hanya beberapa bulan saja menjadi raja. Di antara abdi-abdi Tohjaya ada dua orang pangeran yang terkemuka, yaitu Rangga Wuni putra Anusapati dan Mahisa Campaka putra Mahisa Wongateleng. Kedua pangeran itu membentuk komplotan untuk menjatuhkan kekuasaan Tohjaya. Dengan membujuk pasukan pengawal raja, yaitu Rajasa dan pasukan Sinelir, ia mengadakan pemberontakan terhadap Tohjaya. Tohjaya melarikan diri setelah terluka karena terkena lembing dan meninggal dunia dalam pelarian.
Source "Anusapati, Raja Kedua Kerajaan Tumapel "Anusapati, Raja Kedua Kerajaan Tumapel "Anusapati, Raja Kedua Kerajaan Tumapel

Leave A Reply

Your email address will not be published.