Waditra Angklung Buhun dari Banten

0 255

Angklung Buhun adalah alat musik angklung tradisional dari masyarakat Baduy di Banten. Bagi masyarakat Baduy, kesenian Angklung Buhun ini merupakan salah satu kesenian yang dianggap sakral dan memiliki nilai khusus di dalamnya. Kesenian Angklung Buhun biasanya hanya di tampilkan pada acara tertentu saja, terutama pada saat penanaman padi.

Pemain angklung buhun harus laki-laki yang terdiri dan para seniman buhun. Jumlah pemain 12 orang yang terdin dan 9 orang pemain angklung dan 3 orang pemain bedug. Waditranya terdiri dan:
a)      3 buahbedug
Bedug dengan panjang 60 cm diameter 40 cm
Talingtung dengan panjang 50 cm diameter 30 cm

Ketug dengan panjang 50 cm diameter 25 cm

b)      9 buah angklung
Indung
Ringkung
Gimping
Dongdong
Engklok
Indung Leutik
Trolok
Reol 1

Reol 2

Ukuran dan 9 angklung tersebut di atas dan 1,20 m sampai 0,60 m secara turun tangga perbedaannya hanya besar kecilnya bmbu, sedangkan ukuran tingginya berbecla 10 cm sampai 15 cm. Wadtra tersebutjuga memiliki makna simbol tertentu, seperti angklung inidun menggambarkan suara katak, trolok menggambarkan suara air. sedangkan reol 1 dan reol 2 sebagai nada dasar. Suara huan dar uara angin dilambangkan oleh ringkung dan gimping untuk suar air van mengalir pada angklung engklok dan angklung leutik, Suara unggas ada pada angklung dongdong. Sedangkan untuk 3 buah bedug hanya sebagai penghentak nada mempertegas irama keseluruhan. Di sini menjadikan laras seperti pesta katak yang sedang bersuka na di musim hujan. Inilah kesimpulan yang clirangkum oleh kesenian angklung buhun dan karya cipta Ki Arce.

Source https://sites.google.com/site/nimusinstitut/angklung-buhun https://sites.google.com
Comments
Loading...