Filosofi Jawa : Bilangan 50

0 272

Budaya Jawa memiliki keunikan dan memiliki ciri khas yang di gunakan untuk membedakan dengan bahasa yang lainnya, selain itu dalam budaya Jawa juga terdapat berbagai macam keanekaragaman yang itu jarang di miliki oleh daerah yang lainnya. Biasanya dalam hal ini yaitu penyebutan dan makna angka yang ada di  bahasa Jawa.

Angka dalam bahasa Jawa misalnya yaitu 50. Dari angka 30 hingga 49, penamaan bilangan dibaca normal sesuai pola urutan, misalnya TELUNG PULUH, PATANG PULUH, dan sebagainya.

Tapi ada penyimpangan atau yang berbeda dari penyebutan angka dengan yang lain pada bilangan ke 50. Mestinya, bilangan ini disebut dengan “limang puluh”, namun sebutan populer nya tidaklah demikian. Bilangan 50 itu dalam bahasa Jawa disebut dengan istilah SEKET.

Berdasarkan cerita yang ada bahwa SEKET itu merupakan singkatan dari kalimat “Seneng kethunan” atau suka memakai kethu atau peci/kopiah/tutup kepala. Hal ini menandakan usia seseorang semakin lanjut, dan tutup kepala merupakan lambang dari semua itu.

Pada tahap ini  juga sebagai simbol orang yang seharusnya sudah lebih taat beribadah. Dan pada usia ke 50-an tahun mestinya seseorang itu sudah lebih banyak beribadah dan senang berbagi untuk bekal dalam memasuki kehidupan yang abadi nanti. Pada setiap penyebutan suatu hal baik itu benda, atau yang lainnya pasti memiliki suatu makna dan arti yang melekat.

Source Angka Dan Bilangan 50 Jawa perjalanan cinta
Comments
Loading...