Aneka Tradisi Menyambut Ramadhan

0 113

Diawali dengan bulan sya’ban,salah satu bulan dalam kalender hijriyah yang mengisyaratkan bahwa bulan penuh berkah akan segera tiba yakni bulan Ramadhan .Aneka acara penyambutan dilaksanakan untuk menyambut penuh suka-cita bulan ramadhan. Salah satunya penyambutan tradisi jawa.

  1. Padusan (Mandi)

Padusan diambil dari kata “adus” yang mempunyai arti mandi. Mandi disini adalah mandi yang dilakukan dengan keramas,tepatnya satu hari sebelum bulan puasa tiba, hal ini diartikan sebagai symbol penyucian diri dalam menyambut ramadhan. Dulu tradisi padusan ini dilakukan beramai-ramai di sungai, tapi kini sudah bergeser dengan padusan di rumah masing-masing.

  1. Membuat Kue Apem.

Apem adalah sejenis kue basah yang terbuat dari tepung beras, makanan ini kemudian dikenal masyarakat sebagai kue apem, konon katanya apem ini berasal dari saduran bahasa arab “affan” yang bermakna ampunan. Tujuan dari membuat kue ape mini secara tidak langsung sebagai bentuk permohonan maaf pada Allah dan kepada sesama manusia dengan symbol pembagian kue apem kepada para tetangga.

  1. Membuat Tumpeng

Tradisi satu ini memang masih penuh dengan pro kontra, terlepas dari itu semua, tradisi membuat tumpeng ini menjadi hal yang harus dilakukan untuk menyambut bulan ramadhan yang mana setelah nasi tumpeng didoakan, lalu dibagikan kepada sanak saudara.

  1. Saling Berbagi Makanan

Mendekati ramadhan tunggu saja untuk mendapat kiriman makanan baik dari tetangga maupun saudara, makanan disini berbentuk nasi dan lauk-pauknya. Hal ini dimaksudkan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah masih diberi kesehatan dan umur panjang untuk berpuasa di bulan ramadhan.

  1. Ziarah Kubur

Berziarah ke makam sanak saudara yang telah meninggal dunia, hal ini bagi masyarakat sekitar sini menjadi wajib ketika ramadhan akan tiba. Meski sebenarnya ziarah kubur tidak tertentu harinya, tapi momen menjelang puasa dirasa momen penting untuk mengirim doa kepada keluarga yang telah meninggal dunia dan sebagai pengingat jika kematian dapat kapan saja berkunjung, dan selalu penuh dengan rasa syukur karena masih dapat mengikuti puasa ramadhan.

Aneka penyambutan tersebut tentunya sebagai wujud rasa syukur kepada Allah karena masih dapat dipertemukan dengan bulan ramadhan. Mengikuti sebuah hadist yang cukup populer “Barang siapa bergembira dengan kedatangan bulan Ramadhan niscaya Allahmengharamkan jasadnya dari neraka” hadist tersebut ditulis oleh Al Khubawi dalam kitabDurrotun Nashihin meski sebagian ulama’ ada yang mengatakan hadist ini maudlu’ karena penulis tidak menyebutkan sanad dan sumbernya, yang pasti penyambutan istimewa harus diisi dengan ibadah yang sebaik-baiknya dalam bulan Ramadhan.

Terlepas dari hal tersebut menyambut bulan Ramadhan penuh dengan sukacita menjadi hal yang wajar dilaksanakan, laiknya seseorang yang merindukan sesuatu yang selama ini didambakan, bagaimana kita tidak mendamba jika di dalam bulan ramadhan keberkahan selalu menyelimuti baik siang maupun petang. Di dalamnya juga terdapat satu malam yang begitu populer dan begitu dielu-elukan yakni malam lailatul qodar, yang mana satu malam mulia itu lebih baik dari pada seribu bulan seperti yang dijanjikan dalam surat Al Qadr.

Akhirnya, mari sambut Ramadhan dengan membuka lembaran baru, yang diisi dengan taubat yang sebenar-benarnya. Berbuat baik kepada seluruh manusia lainnya yang bisa memberi manfaat untuk sekitarnya. Menanti hadirnya Ramadhan layaknya tanah tandus menanti hujan, laksana gelap menyambut malam dan bagaikan si sakit sambut kesembuhan. Semoga kita dapat menemui Ramadhan hingga akhirnya menemukan sebuah makna tentang nilai spiritual maupun sosial.

Source http://www.amrievianti.com/ http://www.amrievianti.com/2015/06/aneka-tradisi-menyambut-ramadhan.html
Comments
Loading...