Alat Penerangan Pertunjukan Tari Ronggeng Gunung

0 249

Alat Penerangan Pertunjukan Tari Ronggeng Gunung

Umumnya kesenian ronggeng dipanggil untuk kepentingan suatu perayaan, misalnya pesta perkawinan, khitanan, penghormatan terhadap tamu dan sebagainya. Namun disamping itu tidak jarang pula kesenian ronggeng dipanggil untuk memenuhi pernyataan kaulnya.

Sekarang dalam berbagai acara resmi yang diselenggarakan oleh pemerintah, dapat pula ronggeng dipergunakan sebagai alat penerangan yang efektif. Ronggeng gunung dapat digunakan untuk mengumpulkan penduduk. Setelah penduduk berkumpul maka kesempatan ini “dipergunakan untuk menyampaikan sesuatu yang penting diketahui oleh masyarakat. Misalnya penerangan keluarga berencana, penyuluhan pertanian dan sebagainya.

Orang-orang yang tergabung dalam kelompok kesenian ronggeng gunung ini biasanya terdiri dari enam sampai sepuluh orang. Namun demikian dapat pula tukar menukar atau meminjam pemain dari kelompok lain. Biasanya peminjaman pemain terjadi untuk memperoleh pesinden lalugu, yaitu wanita yang sudah berumur agak lanjut tetapi mempunyai kemampuan yang sangat mengagumkan dalam hal tarik suara. Dia bertugas membawakan lagu-lagu tertentu yang tidak dapat dibawakan oleh pesinden biasa.

Pementasan ronggeng gunung ini memakan waktu cukup lama, kadang-kadang baru selesai menjelang subuh. Oleh karena itu pada setiap pementasan harus disediakan tempat istirahat sehingga penampilan mereka tetap baik.

Sebelum pertunjukan dimulai juga diadakan sesajen untuk persembahan kepada para leluhur dan roh yang ada di sekitar tempat tersebut, agar menjaga keselamatan para nayaga dan juga ronggeng. Bentuk sesajen ini terdiri dari kue-kue kering tujuh macam dan tujuh warna, pisang emas, sebuah cermin, sisir dan sering pula ditemukan rokok sebagai pelengkap sesaji.

Menjadi ronggeng pada jaman dulu memang tidak semudah sekarang. Beberapa syarat yang harus dipenuhi antara lain bentuk badan bagus, dapat melakukan puasa 40 hari yang setiap berbuka puasa hanya diperkenankan makan pisang raja dua buah, latihan nafas untuk memperbaiki suara, fisik dan juga rohani yang dibimbing oleh ahlinya. Dan yang umum berlaku, seorang ronggeng harus tidak terikat perkawinan. Oleh karena itu seorang penari ronggeng harus seorang gadis atau janda.

Pementasan ronggeng gunung biasanya dilakukan agak malam dan berakhir dini hari. Untuk mencegah pandangan negatif terhadap jenis tari yang hampir punah ini diterapkan peraturan-peraturan yang melarang penari dan pengibing melakukan kontak (sentuhan) langsung.

Beberapa adegan yang dapat menjurus kepada perbuatan negatif seperti mencium atau memegang penari, dilarang sama sekali. Peraturan ini merupakan suatu cara untuk menghilangkan pandangan dan anggapan masyarakat bahwa ronggeng identik dengan wanita yang senang menggoda laki-laki.

Adegan lain yang masih bertahan hingga sekarang adalah selingan yang mempertunjukkan perkelahian, yang semula merupakan adegan memperebutkan penari ronggeng. Dalam pertunjukkan ini biasanya tampil pesilat-pesilat. Dengan demikian selingan ini menjadi ajang mengukur keterampilan dalam menguasai seni bela diri, tanpa meninggalkan aturan permainan.

Pementasan ronggeng gunung hingga saat ini tetap merupakan kesenian yang digemari oleh penduduk. Apabila kesenian rakyat ini ditampilkan, dapat dipastikan tempat yang sebelumnya sunyi sepi akan berubah menjadi ramai, seakan-akan suatu pasar malam. Meskipun pementasan dilakukan agak malam penonton telah datang sejak sore saat matahari mulai tenggelam. Pendek kata desa yang sunyi sepi akan berubah menjadi meriah dan menggembirakan.

Bila ayam jantan telah berkokok tanda menjelang pagi, barulah satu persatu mereka mengundurkan diri dari tempat keramaian. Mereka telah menikmati kegembiraan semalam suntuk. Umumnya kesan mendalam akan merasuk ke hati sanubarinya. Setelah bekerja keras sepanjang hari mereka pantas memperoleh hiburan yang mampu meningkatkan gairah hidup. Dengan demikian keseimbangan hidup pun terjaga.

Source http://www.wacana.co/ http://www.wacana.co/2013/04/tari-ronggeng-gunung/
Comments
Loading...