Alat Musik Tradisional : Tarawangsa, di Jawa Barat

0 246
Tarawangsa tersebar di berbagai daerah di Jawa Barat, antara lain di Rancakalong-Sumedang, Cibalong dan Cipatujah-Tasikmalaya, Banjaran-Bandung, Tanjung Siang-Subang, pada umumnya difungsikan untuk berbagai media upacara adat tradisional (ngalaksa, bubur sura, mapag sri), dan untuk berbagai hiburan (khitanan, pernikahan, perayaan kenegaraan, dan lain-lain). Tata cara penyajiannya dibedakan sesuai dengan fungsinya. Jika terkait dengan sebuah upacara, ngalaksa atau mapag sri, misalnya, maka penyajiannya harus memperhatikan berbagai hal, baik yang berkaitan dengan persyaratan upacara (waktu, tempat, sesaji, pelaku) maupun urutan penyajiannya.
Akan tetapi, jika pertunjukan itu hanya untuk hiburan, maka persyaratan seperti tersebut tidak terlalu diperhatikan. Di Rancakalong dan di Cibalong, Cipatujah, tarawangsa dijadikan salah satu media upacara penghormatan terhadap Dewi Sri (Dewi Padi) atau Nyi Pohaci Sanghyang Sri. Ritus tersebut intinya merupakan ekspresi kebahagiaan dan rasa syukur masyarakat atas hasil panen yang didapat. Akan tetapi, di Cipatujah dan Cibalong, ritus Dewi Sri sudah mulai pudar, begitu pun di daerah lainnya.
Sedangkan di daerah Rancakalong, ritus tersebut masih tetap dilaksanakan sampai kini. Di Rancakalong, ritus Dewi Sri atau ngalaksa biasanya dilaksanakan setelah panen, sekitar bulan Juni dan Juli. Sedangkan ritus Bubur Sura, dilaksanakan pada tanggal 10 Muharam yang berkaitan dengan kisah Nabi Nuh. Pelaksanaannya bisa berhari-hari, antara tiga hari sampai seminggu, dan tarawangsa dimainkan.
Source disparbud.jabarprov.go.id disparbud.jabarprov.go.id/wisata/dest-det.php?id=936&lang=id
Comments
Loading...