Alat Musik Tradisional : Calung Kiwari, Kembangan

0 60
Calung Kiwari bisa di sebut juga Calung Modern karena di lihat dari cara penyajian pertunjukkannya dan gayanya. Calung Kiwari merupakan perkembangan dari pertunjukkan Calung biasa karena waditra utamanya adalah Calung Jingjing. Meskipun demikian masyarakat cukup menyebut Calung saja. Dalam pertunjukkannya Calung Kiwari atau Calung Modern tidak lagi menyajikan lagu-lagu buhun seperti lagu Ucing-ucingan, Tokecang, Tonggeret, Trangtrang Kolentrang, Renggong Angle, Aha­ehe dan lain-lain.
Calung Kiwari lebih banyak menyajikan lagu hasil karyanya sendiri atau meniru lagu­lagu dari hasil karya grup Calung yang lain. Sekitar tahun 1964 sampai 1966-an, beberapa karyawan Taspen Bandung mencoba menampilkan Calung dengan gaya dan lagu-lagu yang bukan lagu buhun. Lagu yang di sajikan yaitu lagu Pop Sunda, Keroncong dan Pop Indonesia. Iringannya yaitu tetap memakai Calung Jingjing yang bertangga nada Pentatonis (Pelog dan Salendro).
Calung gaya Taspen tersebut akhirnya merebak dan berkembang di masyarakat. Grup Calung yang paling menonjol dan agak mahiwal adalah Grup Calung Mayangsari yang beralamat di Asrama Polisi Jalan Samoja Kota Bandung, pimpinannya yaitu Letnan Ading (Alm) arahan Yayat Kusna Hidayat. Dalam pertunjukkannya, Calung Mayangsari berbeda dengan yang lain yakni selain menyajikan lagu ciptaannya sendiri seperti Ratu Pantai, Jongos dan sebagainya, pemainnya pun merangkap sebagai pelawak seperti dalam pertunjukan Calung biasa. Akan tetapi gaya sudah modern.
Source disparbud.jabarprov.go.id disparbud.jabarprov.go.id/wisata/dest-det.php?id=540&lang=id
Comments
Loading...