Alat Musik Gebluk Dari Madura

0 34

Alat Musik Gebluk

Demikian pula apabila merpati musuh telah dikuasai dan masuk kedalam sangkar jebakan tersebut maka merpati tersebut menjadi miliknya dan dianggap kedatangan warga baru. Untuk merayakan kemenangan tersebut ditabuhlah musik Gebluk ini sampai larut malam dengan membawakan lagu-lagu tembang Madura.

Beberapa peralatan musik gebluk, yang biasa digunakan oleh para pelaku/penabuh:

  1. Dhung-dhung, terbuat dari sebatang kayu utuh yang dilubangi tengahnya yang menghasilkan “ta’ dhung”, berfungsi sebagai pengganti kendhang yakni sebagai pemangku irama. Dhung-dhung berukuran panjang sekitar 75 Cm, dengan lingkar: 40cm x ½ diameter – Lubang suara 4 cm x 57 cm berbentuk slinder.
  2. Serbhung, terbuat dari tanah liat sejenis gerabah (kelmo’) dengan ukuran yang bervariasi. Bambu yang berukuran satu jengkal lebih dari mulut kelmok tersebut. Kelmo’ diisi air sebanyak 1/8 dari bagian kelmo’ dan dimainkan dengan cara ditiup. Alat musik ini berfungsi sebagai gong/bas. Terdiri dari 3 kelmo’ yaitu ; (a) kelmo’ raja, tinggi = 38cm – diameter = 35cmx1/2 – diameter mulut kelmo’ 11 cm x ½ , (b) kelmo’ tengnga’an, tinggi = 34 cm, diameter = 30cm x ½ – diameter mulut kelmo’ = 10 cm x ½. dan  (c) kelmo’ kene’, tinggi = 30 cm, diameter = 28cm x ½ – diameter mulut kelmo’ 8 cm x 1/2cm.
  3. Kennong thello’, pada awalnya terbuat dari kayu tapi karena bahan baku kayu sulit didapat, kadang para pemilik mengganti dari bahan yang terbuat dari metal dengan laras slendro 5 6 7 (bonang/kennong) tinggi = 12 cm – lingkar atas 22cm x ½ dan lingkar bawah = 28×1/2 cm.
  4. To’ Petto’, seperti kennong namun berdiri sendiri, berfungsi sebagai pemandu irama yang sedang berlangsung. tinggi = 12cm – lingkar atas = 22cm x ½, lingkar bawah = 18cm x 1/2
  5. Keccer, yakni 2 lempeng logam/ kuningan tipis berbentuk bulat dan sedikit berongga. Dimainkan dengan cara di dipertemukan antara keduanya sehingga menghasilkan bunyi creng. tinggi = 12cm lingkar atas 22cm x ½, lingkar bawah = 22cm x ½.
  6. Saronen, alat tiup khas Madura mirip seperti selompret. panjang = 40cm – Lingkaran depan = 7cm x 1/2.

Musik Gebbluk hanya berlangsung dan dikembangkan oleh masyarakat di beberapa desa Kecamatan Proppo Pamekasan. Namun kadangkala ditampilkan untuk event tertentu7 diluar Kecamatan Proppo dengan bermacam kepentingannya. Namun disayangkan Musik Gebluk yang sudah jarang didapat karena tidak ada lagi generasi yang melanjutkannya. Penabuh Gebluk yang rata-rata sudah sepuh ini, bahkan konon kini sudah tidak aktif lagi.

Source http://www.lontarmadura.com http://www.lontarmadura.com/musik-gebbluk-musik-gertak-burung-merpati/2/

Leave A Reply

Your email address will not be published.