Alasan Orang Tengger Suka Memakan Bawang

0 25

Menurut penduduk Tengger ‘bawang’ adalah pemberian khusus dari Brahma. Pada awalnya daerah Tengger yang masih berupa hutan belantara dan mulai dihuni oleh kaum Brahma untuk pertama kalinya. Namun anehnya di daerah Tengger yang masih berupa hutan belantara itu mereka menemukan sebuah hunian manusia di lereng Gunung Semeru. Pimpinan mereka yang bernama Ki Dadap Putih mengajak dan menyuruh pengikutnya untuk menyelidiki mereka, karena dia mereka yang hidup di lereng Semeru berasal dari kasta yang sama kasta Brahma dan mereka juga ingin belajar kepada suku yang berada di lereng Semeru tentang tata cara mereka bercocok tanam karena di lereng Tengger padi pun tidak dapat tumbuh dan Ki Dadap Putih beserta rombongan menderita kelaparan. Pada suatu malam Ki Dadap Putih beserta rombongan melakukan perjalanan menuju lereng Semeru untuk berkunjung dan belajar tata cara bercocok tanam, sekiranya sampai di tempat yang dimaksud, mereka hanya menemukan sepasang laki-laki dan perempuan dan kedua orang itu adalah seorang tapa (petapa laki-lakidan endan (petapa perempuan) kehidupannya hanya diisi oleh sembayang dan dapat hidup dari tumbuh-tumbuhan, buah-buahan dan akar-akar yang berada di sekitarnya.

Ki Dadap Putih meminta kepada keduanya untuk mendo’akan keselamatan  rombongan yang masih berada di Tengger, permintaannya adalah agar daerah yang akan mereka huni menjadi subur. Ternyata keinginan mereka terkabul, pada suatu malam pertapa endang bermimpi bertemu dengan seorang bidadari (pitri) dan memberikan dua biji benih yang berwarna merah dan putih. Sang Bidadari bersabda : Benih yang berwarna merah sudah dapat ditanam keesokan harinya dan diberi nama bawang abang. Benih yang berwarna putih baru dapat ditanam pada awal bulan baru kemudian diberi nama bawang putih. Dan hasil dari pada kedua benih ini harus diberikan kepada orang Tengger yang telah lebih dulu tinggal disana yaitu penganut Brahma. Sang peri juga    berpesan : “Katakan kepada mereka bahwa benih-benih ini akan mendatangkan kebahagiaan bagi mereka dan keturunannya. Selain itu, ketangan (kentang) dan tanaman-tanaman lain akan dapat tumbuh di samping bibit-bibit ini. Bibit inilah yang akan menyuburkan tanah-tanah yang kurang subur ini. Dan janganlah menanam padi di dataran maupun lereng Gunung Tengger apabila hal itu dilakukan maka seluruh daerah itu akan menjadi tidak subur lagi.

Kemudian keesokan harinya tapa memberikan benih itu kepada Ki Dadap Putih dan berkata bahwa benih ini adalah pemberian langsung dari peri kayangan. Mendengar cerita itu para brahma Tengger langsung menanam benih bawang-bawang tersebut dan tanah beserta tanaman lainnya dapat tumbuh dengan subur seperti bibit kentang dan tanaman menjalar lainnya, semenjak itulah kehidupan orang Tengger menjadi makmur dan bahagia.

Source https://imaaprilia.wordpress.com https://imaaprilia.wordpress.com/2012/03/01/alasan-orang-tengger-suka-memakan-bawang/

Leave A Reply

Your email address will not be published.