Aksesoris Paes Ageng Pengantin Adat Yogyakarta

0 58

Aksesoris Paes Ageng Pengantin Adat Yogyakarta

Pemakaian busana Paes Ageng sangat rumit, memerlukan ketekunan dan ketelitian yang didalamnya terkandung kesakralan maupun makna filosofi dalam setiap detail rias wajah, busana, dan asesorisnya. Oleh karena itu segala sesuatu yang berhubungan dengan Paes dipercayakan pada seorang juru rias paes pengantin.

Baik perias maupun pengantin putri yang dirias wajib berpuasa sebelum menjalankan acara. Tujuan utamanya adalah mengendapkan perasaan untuk membersihkan jiwa dan menguatkan batin agar dapat melaksanakan tugas dengan baik dan terhindar dari malapetaka.

Masyarakat Jawa percaya bahwa kebersihan dan kekuatan batin juru rias akan menjadikan pengantin yang diriasnya cantik molek dan bersinar. Perhiasan yang dipergunakan pengantin putri disebut pula dengan nama raja keputren. Semua terbuat dari emas bertahtakan berlian yang dirancang dengan seni tinggi dan sangat halus.

Satu set perhiasan tersebut Antara Lain

  • Cunduk Menthul ; 5 tangkai bunga dipasang di atas sanggul menghadap belakang, menggambarkan sinar matahari yang berpijar memberi kehidupan, sering juga dikaitkan dengan lima hal yang menjadi dasar kerajaan Mataram Islam saat itu, yaitu sholat 5 waktu seperti yang tercantum dalam Al-Quran.
  • Pethat/ sisir berbentuk gunung ; Hiasan berupa sisir terbuat dari emas diletakkan di atas sanggul berbentuk seperti gunung, sebagai simbol kesakralan. Sehingga Pengantin diharapkan dapat menunjukkan kesakralan/ kesucian. Dalam mitologi Hindu, gunung adalah tempat bersemayam nenek moyang dan tempat tinggal para dewa serta pertapa.
  • Kalung Sungsun (kalung terdiri 3 susun) ; Melambangkan 3 tingkatan kehidupan manusia dari lahir, menikah, meninggal. Hal ini dihubungkan dengan konsepsi Jawa tentang alam baka, alam antara, dan alam fana.
  • Gelang Binggel Kana ; Berbentuk melingkar tanpa ujung pangkal yang melambangkan kesetiaan tanpa batas.
  • Kelat Bahu (perhiasan pada pangkal lengan) ; Berbentuk seekor naga, kepala dan ekornya membelit. Melambangkan bersatunya pola rasa dan pikir yang mendatangkan kekuatan dalam hidup. Dalam mitologi Jawa, Naga merupakan hewan suci yang dipercaya menyangga dunia.
  • Centhung (berbentuk gerbang) ; Perhiasan berupa sisir kecil bertahtakan berlian di letakkan diatas dahi pada sisi kiri dan kanan. Melambangkan bahwa pengantin putri telah siap memasuki pintu gerbang kehidupan rumah tangga
  • Cincin ; Menurut beberapa serat yang ditulis sejak jaman Sultan Agung seperti serat Centhini, serat Wara Iswara (Sunan PB IX) ditulis bahwa para putri tidak diperkenankan memakai cincin di jari tengah. Karena sebagai simbol satu perintah untuk diunggulkan, yaitu milik Tuhan. Cincin di jari manis sebagai simbol untuk senantiasa bertutur kata manis. Cincin di jari kelingking simbol untuk selalu trampil dan giat dalam mengerjakan pekerajaan rumah tangga. Cincin di ibu jari sebagai simbol untuk senantiasa melakukan pekerjaan dengan ikhlas dan terbaik

Source https://shahnazglamnesia.wordpress.com/ https://shahnazglamnesia.wordpress.com/2014/09/14/makna-riasa-dan-pakaian-pengantin-adat-yogyakarta/

Leave A Reply

Your email address will not be published.