Akad Nikah : Salah Satu Prosesi Upacara Dhaup Ageng di Keraton Jawa

0 247

Akad Nikah : Salah Satu Prosesi Upacara Dhaup Ageng di Keraton Jawa

Dhaup Ageng adalah hajad seorang raja ketika menikahkan anak perempuannya. Dalam tradisi Jawa, gelaran pernikahan diselenggarakan oleh pihak perempuan. Pada umumnya raja-raja jaman dahulu memiliki banyak istri dan anak, untuk itu Upacara Dhaup Ageng hanya digelar jika calon mempelai wanita merupakan putri raja yang lahir dari seorang permaisuri. Disamping itu, tidak jarang upacara pernikahan kerajaan pada jaman dahulu digelar sekaligus untuk beberapa putra-putri Sultan. Tercatat pada Tahun 1939 Sri Sultan Hamengku Buwono VIII menikahkan 7 pasang pengantin secara bersamaan. 
Pada jaman dahulu Dhaup Ageng digelar dengan rangkaian prosesi yang dilakukan hingga berhari-hari. Bahkan pantangan yang harus dijalani oleh kedua mempelai berlangsung beberapa hari sebelum upacara pernikahan hingga 35 (selapan) hari setelahnya.
Dari masa ke masa, upacara Dhaup Ageng telah mengalami banyak penyederhanaan. Walaupun demikian inti dari setiap prosesi masih terus dipertahankan hingga saat ini. Berikut adalah penjelasan mengenai prosesi yang berlangsung dalam upacara Dhaup Ageng yang lazim dilaksanakan pada masa Sri Sultan Hamengku Bawono Ka10.
 Akad Nikah

Akad nikah merupakan acara inti dari pernikahan untuk mengesahkan kedua calon mempelai menjadi sepasang suami istri. Acara diawali dengan penjemputan calon mempelai pria oleh kerabat Sultan di Bangsal Kasatriyan. Rombongan kemudian menuju Masjid Panepen yang berada didalam lingkungan Keraton Yogyakarta. Di Masjid Panepen inilah prosesi akad nikah berlangsung. Akad nikah hanya dihadiri oleh kaum laki-laki seperti calon mempelai pria, kerabat mempelai pria dan kerabat dekat Keraton.

Saat prosesi akad nikah berlangsung, Sultan sendirilah yang menikahkan putrinya. Usai mengucap ikrar ijab qobul dan sah menjadi sepasang suami istri, mempelai pria kemudian melakukan sungkeman kepada Sultan sebagai wujud penghormatan dan permohonan doa restu. Usai sungkeman, Sultan kembali ke kediamannya di Kraton Kilen, sedangkan mempelai pria kembali ke Kasatriyan untuk mempersiapkan prosesi selanjutnya.

Source https://kratonjogja.id https://kratonjogja.id/hajad-dalem/3/dhaup-ageng
Comments
Loading...