Adum Ketupat Waduk Gajah Mungkur

0 112

Adum Ketupat

Tradisi Adum Ketupat digelar di objek wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri. Ribuan warga terlihat mengikuti gelaran tersebut. Tak ketinggalan Bupati Wonogiri, Joko “Jekek” Sutopo yang beraksi terbang dengan paralayang.

Kepala UPT Waduk Gajah Mungkur, Pardiyanto mengatakan, kegiatan ini merupakan tradisi tahunan. Merupakan puncak ritual menyambut Syawal. Dengan berebut ketupat, masyarakat meyakini bakal mendatangkan keberkahan.

Dalam pesta ketupat tersebut, tidak ada prosesi khusus. Ribuan ketupat dikemas sedemikian rupa sehingga pengunjung bisa menikmati tanpa harus berebutan. Sedangkan gunungan ketupat, hanya berisi ketupat tiruan. Bukan nasi, melainkan kupon doorprise.

“Rebutan ketupatnya dibagi dua sesi. Anak-anak lebih dulu, lalu yang dewasa. Hal ini untuk mengurangi risiko anak-anak terinjak-injak,” ujar Pardiyanto kepada Jawa Pos Radar Solo.

Makna kupat sering diartikan ngaku lepat (mengaku salah). Melalui tradisi ini, dikandung maksud adanya pengakuan salah untuk kemudian dapat saling maaf-memaafkan. Hal ini identik dengan makna halal bihalal. Yakni untuk mengaku salah dan kemudian saling memaafkan demi dapat kembali fitri.

Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Adum-Ketupat/
Comments
Loading...