Adat Urang Kanekes Dalam

0 35

Adat Urang Kanekes Dalam

Suku Badui tak jarang kita temui di wilayah Banten. Biasanya mereka berpakaian hitam dan berjalan tanpa menggunakan alas kaki. Mereka menyebut diri mereka Urang Kanekes atau Orang Kanekes yang mengacu pada nama wilayah mereka “Kanekes”.

Bermukim di kaki pegunungan Kendeng di desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Rangkasbitung, Banten, populasi Urang Kanekes berjumlah sebesar 26.000 jiwa. Mereka hidup dengan mengisolasi diri dari pengaruh dunia luar dan menjaga cara hidup tradisional mereka. Suku yang termasuk dari etnis Sunda ini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Badui Luar dan Badui Dalam. Suku Badui Luar lebih membuka dirinya terhadap pengaruh dari luar. Mereka sudah mengenal teknologi berupa barang elektronik, berpakaian lebih modern, dan beberapa sudah memeluk agama Islam. Masyarakat Badui Luar berciri khas mengenakan pakaian dan ikat kepala berwarna hitam.

Sementara itu, Orang Kanekes Dalam adalah mereka yang masih sangat memegang adat istiadat dari nenek moyang mereka. Ciri khas Orang Kanekes Dalam adalah pakaiannya berwarna putih alami dan biru tua (warna tarum) serta memakai ikat kepala putih.

Urang Kanekes mengenal adalanya prinsip masyarakat dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Prinsip ini dikenal sebagau Pikukuh Badui. Dalam Pikukuh Badui, terkandung aturan boleh tidaknya melakukan sesuatu, termasuk aturan penanggalan dan aturan untuk menyelenggarakan perkawinan. Sebagian peraturan yang dianut oleh suku Kanekes Dalam antara lain:

  • dilarang mengubah jalan air seperti membuat kolam ikan atau drainase
  • dilarang mengubah bentuk tanah seperti membuat sumur atau meratakan tanah
  • dilarang masuk ke hutan titipan untuk menebang pohon
  • dilarang menggunakan teknologi
  • dilarang menanam budidaya perkebunan
  • dilarang memelihara binatang berkaki empat semisal kambing dan kerbau
  • dilarang berladang sembarangan
  • dilarang berpakaian sembarangan
  • dilarang menggunakan kendaraan untuk sarana transportasi
  • dilarang menggunakan alas kaki
  • Pintu rumah harus menghadap ke utara/selatan (kecuali rumah sang Pu’un atau ketua adat)
  • Menggunakan kain berwarna hitam/putih sebagai pakaian yang ditenun dan dijahit sendiri serta tidak diperbolehkan menggunakan pakaian modern.

Adat dalam masyarakat Baduy yang berisi larangan merupakan pedoman dan pandangan hidup yang harus dijalankan secara benar. Pengunjung yang ingin mengunjungi desa Kanekes diharuskan untuk menaati adat istiadat yang harus dipatuhi selama dalam wilayah Kanekes Dalam, Kanekes Luar, maupun perbatasannya. Khusus untuk di Baduy Dalam, wisatawan asing atau mancanegara dilarang memasuki wilayah, sehingga wisatawan mancanegara hanya bisa berkunjung ke kampung-kampung di kawasan Badui Luar.

Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Adat-Urang-Kanekes-Dalam/
Comments
Loading...