Adat Suronan Jawa

0 7

Adat Suronan

Indonesia adalah negara yang memiliki beraneka macam budaya pada daerah daerahnya. Di Jawa khususnya Jawa Tengah ada suatu adat yang disebut suronan. Suronan adalah acara yang dilakukan masyarakat untuk memperingati bulan Sura dalam kalender Jawa. Masyarakat sekitar biasanya memperingatinya pada tanggal 2 Sura menurut kalender Jawa Modern (saat ini). Jika menurut kalender Jawa Lama, seharusnya diperingati setiap tanggal 1 Sura, namun karena tanggalan sudah berganti ke Jawa Modern maka diperingati setiap tanggal 2 Suro ( Kalender Jawa Modern dan Jawa Kuno selisih satu hari).
Adat Suronan ini dilakukan dengan memakai pakaian adat jawa yaitu beskap, blangkon, jarik, selop, stagen, sabuk, dan keris. Dalam peringatan ini, masyarakat biasanya melakukan acara nyekar (ziarah) ke makam leluhur dan mendoakan para leluhur leluhurnya agar diterima di sisi-Nya. Setelah melakukan nyekar, dilanjutkan adat sungkeman yaitu acara meminta maaf atas dosa yang diperbuat kepada keluarga dan masyarakat sekitar.
Sungkeman dilakukan urut dimana orang yang dituakan yang disungkemi pertama kemudian diurutkan sesuai umur dan statusnya dalam keluarga (Ayah, ibu, om, tante dsb). Acara kemudian dilanjutkan dengan mirunggan atau berbicara,berdiskusi dab sekedar bercanda bersama. Pada acara mirunggan juga disediakan makanan dan minuman yang dimakan disela sela berbicara dan berdiskusi (makan bersama). Setelah acara Nyekar, sungkem dan mirunggan selesai, pada hari hari berikutnya akan diikuti dengan laku prihatin. Laku prihatin yaitu berpuasa dan menahan emosi serta hawa nafsu untuk menjernihkan pikiran kita.
Inti dari adat ini untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan sesama kita, menjaga tali persaudaraan, serta membersihkan hati dan pikiran kita dari nafsu dunia. Namun sayang, adat ini sudah jarang dilihat di era modernisasi, hanya dibeberapa desa atau daerah tertentu yang masih melestarikannya.
Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Adat-Suronan/
Comments
Loading...