Adat Sunda Ngeuyeuk Seureuh

0 910

Adat Sunda Ngeuyeuk Seureuh

Kata Ngeuyeuk sendiri berasal dari ngaheuyeuk yang artinya mengolah. Acara ini biasanya dihadiri oleh kedua calon pengantin beserta keluarganya yang dilaksanakan pada malam hari sebelum akad nikah. Pandangan hidup orang Sunda senantiasa dilandasi oleh tiga sifat utama yakni silih asih, silih asuh dan silih asah atau secara literal diartikan sebagai saling menyayangi, saling menjaga dan mengajari.

Masyarakat Indonesia yang religius memandang pernikahan sebuah upacara yang sangat sakral, umumnya dilakukan dengan acara yang benar-benar berkesan. Dalam setiap upacara pernikahan tiap daerah memiliki tatacara adat yang berbeda-beda, yang pada hakekatnya merupakan simbol adat, intinya sih merupakan nasihat. Salah satunya upacara Ngeuyeuk Seureuh yang merupakan tatacara dalam upacara adat pernikahan Sunda.

Menurut terminologi bahasa ngeuyeuk seureuh artinya meramu sirih. Dalam upacara ini memang sirih menjadi salah satu perlengkapan yang dipergunakan. Sirih tidak hanya dipergunakan dalam tatacara pernikahan Sunda saja, konon di Sumatera, Jawa hingga Nusa Tenggara daun sirih dipakai sebagai perlambang kehormatan dalam penyambutan.

Upacara Ngeuyeuk Seureuh biasanya diadakan di rumah mempelai wanita satu hari sebelum dilangsungkannya akad nikah. Upacara Ngeuyeuk Seureuh merupakan penggalan dari upacara adat perkawinan Sunda yang berisikan nasihat-nasihat untuk hidup bahagia dalam berumah tangga.

Isi nasihatnya beraneka macam hingga ke hal-hal yang berhubungan suami istri agar saling membahagiakan, yang diungkapkan dengan canda dan kaya makna.  Pendek kata upacara ini juga merupakan sex education juga. Sehingga tidak mengherankan upacara ini biasanya berlangsung penuh dengan canda da tawa.

Perlengkapan yang tampak dalam upacara ini, sirih bertangkai, pinang bertangkai, padi dua ikat, bunga pinang, ramuan sirih untuk makan sirih lengkap. Bagian dari alat tenun tradisional seperti, papan tipis dan sepotong bambu tak beruas, kain poleng merah yang belum dijahit, lidi enau, benang tenun, lampu minyak kelapa bersumbu tujuh, kendi, tikar pandan, kain putih kafan, cobek, ulekan dan bokor.

 

Source Adat Sunda Ngeuyeuk Seureuh tizara
Comments
Loading...