Adat Sunda Ngaras

0 1.082

Adat Sunda Ngaras

Ngaras merupakan izin calon mempelai wanita kepada kedua orangtua dan dilanjutkan dengan sungkeman serta mencuci kaki orang tua. Perlengkapan untuk prosesi ini cukup sederhana hanya tikar dan handuk.

Permohonan izin calon mempelai wanita kemudian sungkem dan mencuci kaki kedua orang tua pelaksanaan upacara ini dilaksanakan setelah upacara ngecagkeun aisan. Pelaksaannya sebagai berikut :

Calon pengantin perempuan bersujud di pangkuan orang tuanya sambil berkata :

“Ema, Bapa, disuhunkeun wening galihnya, jembar manah ti salira. Ngahapunteun kana sugrining kalepatan sim abdi. Rehing dina dinten enjing pisan sim abdi seja nohonan sunah rosul. Hapunten Ema, hapunten Bapa hibar pangdu’a ti salira.”
Orang tua calon perempuan menjawab sambil mengelus kepala anaknya :
“Anaking, titipan Gusti yang Widi. Ulah salempang hariwang, hidep sieun teu tinemu bagja ti Ema sareng ti Bapa mah, pidu’a sareng pangampura, dadas keur hidep sorangan geulis”.
Selanjutnya kedua orang tua calon pengantin perempuan membawa anaknya ke tempat siraman untuk melaksanakan upacara siraman.

Setelah itu calon mempelai wanita mencuci kedua kaki orang tua dan menyemprotkan minyak wangi, pertama-tama pada ibu kemudian ayah. Prosesi ini simbol bahwa seorang anak akan selalu berbakti pada orang tuanya. Sedangkan menyemprotkan kaki dengan minyak wangi memiliki arti bahwa seorang anak akan selalu membawa dan menjaga harum nama keluarga.

Kedua orang tua membimbing calon mempelai wanita menuju tempat siraman atau disebut juga gubuk siraman. Calon mempelai wanita beserta orang tua menginjak kain sinjang sebanyak tujuh lembar yang telah dibentangkan. Tujuh kain sinjang ini melambangkan kesabaran, kesehatan, ketawakalan, ketabahan, keteguhan iman, dan selalu menjalankan agama selama menjalankan hari-hari pernikahan.

Saat prosesi ini berlangsung, musik kecapi suling mengalun. Setibanya di gubuk siraman, ayah dan ibu mencampurkan air siraman dengan bunga tujuh rupa ke dalam bokor dan mengaduknya. Bunga mawar melambangkan bahwa calon mempelai wanita harus bersikap jujur.

Source Adat Sunda Ngaras salangit's blog
Comments
Loading...