Adat Sunda Ngabageakeun

0 315

Adat Sunda Ngabageakeun

Prosesi “Ngabageakeun” dalam Bahasa Sunda atau Jawa Barat yang berarti menyambut pengantin di sebagian besar wilayah Jawa Barat merupakan tradisi dan kreasi para seniman Jawa Barat. Prosesi ngabageakeun tersebut bukan merupakan ritual warisan, akan tetapi merupakan kreasi para seniman lokal Jawa Barat, sehingga tidak ada aturan yang baku dalam prosesi tersebut dan sangat tergantung kreasi koreografer atau paguyuban seni yang mengusungnya.

Setibanya rombongan calon pengantin pria di kediaman calon pengantin wanita, kemudian disambut dengan pengalungan bunga kepada calon pengantin pria yang dilakukan oleh ibu calon mempelai wanita, kemudian setelah bersalaman calon pengantin pria diapit oleh kedua orang tua dari calon pengantin wanita menuju tempat akad nikah.

Makna dari pengalungan bunga adalah : Kalung pengantin pria atau disebut juga usus ususan yang terbuat dari bunga melati atau bunga sedap malam, melambangkan bahwa keluarga atau orang tua dari pihak calon mempelai wanita menyambut dan menerima kedatangan atau kehadiran calon pengantin pria dengan hati yang suci bersih dan tangan terbuka.

Dalam tradisi masyarakat Sunda atau Jawa Barat, sosok Ki Lengser atau Uwa Lengser identik dengan utusan raja atau perwakilan raja yang biasa turun ke masyarakat luas.

Ki Lengser memiliki kedudukan yang penting dikerajaan Sunda. Selain sebagai utusan raja, Ki Lengser juga merupakan penasihat raja yang cerdik dan biasa menyadarkan kesalahan – kesalahan raja. Namun sosok Ki lengser pada zaman kerajaan dahulu dengan lengser yang kita kenal ada pada saat ini seperti halnya Ki Lengser pada prosesi Mapag Panganten sangatlah berbeda

Source Adat Sunda Ngabageakeun facebook
Comments
Loading...