Adat Sunda Narosan

0 1.005

Adat Sunda Narosan

Narosan (nyeureuhan) adalah tahap awal untuk memperkenalkan kedua keluarganya. Yaitu pihak keluarga laki-laki dan perempuan. Dalam kehidupan modern bisa juga dikatakan sebagai acara pertunangan atau tuker cincin. Seorang wanita yang sudah bertunangan berarti dia sudah terikat sehingga tidak boleh menjalani hubungan dengan laki-laki lain.

Yang unik dalam lamaran adat Sunda, selain dilakukan prosesi tukar cincin, terjadi pula Patukeur Beubeur Tameuh, yaitu penyerahan ikat pinggang pelangi kepada calon mempelai wanita. Ikat pinggang ini merupakan simbol atau penanda ikatan lahir batin dan keteguhan sikap dari pihak pria untuk mempersunting dan menjaga si gadis calon pendamping hidupnya.

Untuk susunan acaranya, ketika rombongan pihak pria tiba di kediaman pihak wanita, kemudian dibuka dengan sambutan selamat datang selanjutnya doa bersama. Pembawa acara kemudian mempersilahkan pihak keluarga pria mengutarakan maksud dan tujuan kunjungan keluarga pria yang disampaikan oleh utusan yang sudah ditugaskan.

Acara dilanjutkan dengan pemberian sambutan penerimaan keluarga pihak perempuan ini sebagai pertanda diterimanya lamaran oleh pihak wanita. Selanjutnya ibu calon mempelai pria menyampaikan secara simbolis, menyerahkan hantaran lamaran kepada ibu calon mempelai wanita. Acara dilanjutkan pemasangan cincin tunangan oleh ibu calon mempelai pria kepada calon mempelai wanita.

Dan sebaliknya, cincin dipasang oleh ibu calon mempelai wanita kepada calon mempelai pria. Pemasangan cincin atau pertunangan tersebut merupakan salah satu tradisi lamaran adat Sunda sejak dahulu. Dalam acara lamaran, kedua pihak keluarga juga membicarakan kapan dan bagaimana acara akad nikah di selenggarakan. Soal biaya yang diperlukan juga termasuk dalam pembahasan acara lamaran.

Meski hal tersebut sebagai pembicaraan awal kedua belah pihak keluarga calon pengantin akan tetapi, ada sejumlah kesepakatan yang telah dibuat, antara lain mengenai pembagian biaya pernikahan, mas kawin dan sebagainya. Acara lamaran diakhiri dengan pembacaan doa yang berisi harapan agar segala sesuatunya lancar. Acara akhir adalah ramah tamah.

 

Source Adat Sunda Narosan cara.pro
Comments
Loading...