Adat Suku Jawa Bagi Perempuan Hamil

0 354

Kehamilan merupakan masa-masa yang tidak terlupakan bagi seorang ibu, di adat Jawa terdapat beberapa upacara saat prosesi kehamilan yang sudah turun-temurun diwariskan oleh nenek moyang, upacara-upacara tersebut antara lain sebagai berikut:

  • Upacara Tiga Bulanan Upacara ini dilaksanakan pada saat usia kehamilan adalah tiga bulan. Di usia ini roh ditiupkan pada jabang bayi, biasanya upacara ini dilakukan berupa tasyakuran.
  • Upacara Tingkepan natau Mitoni Upacara tingkepan disebut juga mitoni, berasal dari kata “pitu” yang berarti tujuh, sehingga upacara mitoni dilakukan pada saat usia kehamilan tujuh bulan, dan pada  kehamilan pertama.

Ketika kedua selamatan itu dijalankan, maka akan dibuatnya beberapa jenis makanan untuk dibagikan kepada kerabat-kerabat terdekat, atau diberikan kepada tetangga-tetangga.

Makanan-makanan yang dibuat itu seperti jenang blowok.  Jenang blowok itu adalah kue yang dibuat dari tepung terigu dengan dilengkapi oleh bungkusan daun nangka. Selain dari jenang blowok juga ada makanan yang namanya trancam, trancam itu adalah makanan yang dibuat dari potongan-potongan timun, kacang toro, tempe goreng, dan setelah itu dicampur dengan parutan kelapa. Jenis-jenis makanan yang telah disebutkan pada tulisan diatas ini memang harus dibuat ketika adanya acara seperti selametan ketika wanita hamil dan tidak boleh yang namanya ditinggalkan.

Dalam pelaksanaan upacara tingkepan, ibu yang sedang hamil tujuh bulan dimandikan dengan air kembang setaman, disertai dengan doa-doa khusus. Berikut ini adalah tata cara pelaksanan upacara tingkepan antara lain:

  1. Siraman dilakukan oleh sesepuh sebanyak tujuh orang. Bermakna mohon doa restu supaya suci lahir dan batin. Setelah upacara siraman selesai, air kendi tujuh mata air dipergunakan untuk mencuci muka, setelah air dalam kendi habis, kendi dipecah.
  2. Memasukkan telur ayam kampong ke dalam kain (sarung) calon ibu oleh suami melaluo perut sampai pecah, hal ini merupakan harapan supaya bayi lahir dengan lancar tanpa suatu halangan.
  3. Berganti nyamping sebanyak tujuh kali secara begantian, disertai kain putih. Kain putih sebagai dasar pakaian pertama, yang melambangkan bayi yang akan dilahirkan adalah suci, dan mendapat berkah dari Tuhan YME. Diiringi dengan pertanyaan “sudah pantas atau belum” sampai ganti enam kali dijawab oleh ibu-ibu yang hadir “belum pantas” sampai yang terakhir ke tujuh kali dengan kain sederhana dijawab “pantas”. Adapun nyamping yang dipakaikan secara urut dan bergantian berjumlah tujuh dan diakhiri dengan motig yang paling sederhana, urutannya adalah sebagai berikut:
  4. Sidoluhur
  5. Sidomukti
  6. Truntum
  7. Wahyu Tumurun
  8. Udan Riris
  9. Sido Asih
  10. Lasem sebagai kain
  11. Dringin sebagai kemben

Pantangan Dalam Prosesi Kehamilan Adat Jawa

Berikut ini adalah pantangan bagi calon ibu dan calon ayah menurut tradisi Jawa, antara lain sebagai berikut:

  1. Ibu hamil dan suaminya dilarang membunuh binatang, sebab jika itu dilakukan bisa menimbulkan cacat pada janin sesuai dengan perbuatannya itu.
  2. Membawa gunting kecil / pisau / benda tajam lainnya di kantung baju si ibu agar janin terhindar dari marabahaya.
  3. Ibu tidak boleh keluar malam, karena banyak roh jahat yang akan mengganggu janin.
  4. Ibu hamil dilarang melilitkan handuk di leher agar anak yang dikandungnya tidak dililit tali pusar.
  5. Ibu hamil tidak boleh benci kepada sesorang secara berlebihan, nanri anaknya jadi mirip seperti orang yang dibenci tersebut.
  6. Ibu hamil tidak boleh makan pisang yang dempet, nanti anaknya jadi kembar siam.
  7. “Amit-amit” adalah ungkapan yang harus diucapkan sebagai “dzikir”nya orang hamil ketika melihat peristiwa yang menjijikan, mengerikan, mengecewakan dan sebagainya sebagai harapan janin terhindar dari kejadian tersebut.
  8. Ngidam adalah prilaku khas perempuan hamil yang menginginkan sesuatu, makanan atau sifat tertentu terutama diawal kehamilannya. Jika tidak dituruti maka anaknya akan mudah mengeluarkan air liur.
  9. Dilarang makan nanas, nanas dipercaya dapat menyebabkan janin dalam kandungan gugur.
  10. Jangan makan ikan mentar agar bayi tidak bau amis.
  11. Untuk sang ayah dilarang mengganggu, melukai, bahkan membunuh hewan. Contohnya memancing, membunuh hewan, memburu, dan lain-lain.
Source ADAT ISTIADAT JAWA PADA MASA KEHAMILAN DAN KELAHIRAN ANAK Adat Istiadat Suku Jawa Ketika Perempuan Sedang Hamil
Comments
Loading...