Adat Padusan

0 613

Adat Padusan

Padusan berasal dari kata dasar adus, yang berarti mandi. Padusan, dalam hal ini bermakna proses aktivitas mandi. Dalam pengertian budaya, padusan merupakan tradisi masyarakat untuk membersihkan diri atau mandi besar dengan maksud mensucikan raga dan jiwa dalam rangka menyambut datangnya hari ataupun bulan istimewa, seperti bulan Ramadhan, Hari Idul Fitri, dan Hari Idul Adha.

Dalam rangkaian penyambutan Bulan Suci Ramadhan, umat Islam di Nusantara memiliki beraneka ragam cara dan tradisi. Khususnya bagi masyarakat Jawa, dalam berbagai kesempatan pengajian di bulan Rajab, para kiai, ulama, dan ustadz dalam berbagai kesempatan pengajian sudah mewanti-wanti dengan wasiat bahwa Rajab adalah bulannya Allah, Ruwah atau Sya’ban adalah bulannya Rasul, sedangkan Ramadhan adalah bulannya ummat Islam.

Maka tradisi mengajarkan mulai bulan Rajab itulah umat Islam harus sudah ancang-ancang mempersiapkan diri akan datangnya bulan yang memiliki malam yang melebihi kemuliaan seribu bulan. Tradisi padusan diyakini telah diwariskan secara turun temurun dari para leluhur. Namun, memang tidak ada aturan baku tentang bagaimana harus melakukan proses padusan. Kendati demikian, masyarakat biasanya melaksanakan tradisi ini beramai-ramai di sumur atau sumber mata air. Seperti yang dapat ditemui setiap tahunnya, di Pemandian Cokro, Boyolali.

Jika pada bulan Rajab diperingati peristiwa Isra’ Mi’raj, maka di bulan Ruwah umat Islam mengamalkan ajaran birul walidain atau memuliakan dan berbakti kepada orang tua, wabil khusus kepada ruh orang tua yang telah meninggal dengan cara mengirimkan doa dan memohonkan ampunan dalam serangkaian acara sadranan atau nyadran. Hal ini dimaksudkan agar pada Bulan Suci Ramadhan tiba, ummat Islam sudah siap lahir dan batin untuk memaksimalkan amalan ibadah dan meraih keutamaan-keutamaan hikmah bulan Ramadhan.

Karena inti padusan adalah mandi, maka dimanapun manusia dapat melakukan mandi besar, maka padusan dapat dilakukan. Padusan dapat dilakukan di kamar mandi, di blumbang, kedukan, mbelik, sungai, sendang, telaga, bahkan di tepian pantai. Kini padusan memberi kesan dilakukannya mandi massal oleh banyak orang, laki-laki maupun perempuan, pada suatu tempat seperti blumbang, kedukan, mbelik, sungai, sendang, kolam renang, telaga, bahkan di tepian pantai, sebenarnya hal tersebut bukan inti dan makna utama dari padusan.

 

Source Adat Padusan rifki sultoni
Comments
Loading...