Adat Jawa Tengah Tantingan

0 441

Adat Jawa Tengah Tantingan

Upacara Tantingan disebut juga upacara panantunan, yaitu upacara untuk menanyakan tentang kesediaan calon pengantin wanita untuk dinikahkan dengan calon pengantin pria. Upacara ini dilatar belakangi oleh proses perjodohan zaman dahulu.

Setelah calon pengantin pria datang menunjukkan kemantapan hatinya dan diterima niatnya oleh keluarga calon pengantin wanita saatnya calon pengantin wanita (sekali lagi) ditanya oleh kedua orang tuanya tentang kemantapan hatinya. Pada malam midodareni calon pengantin wanita hanya diperbolehkan berada di dalam kamar pengantin. Dan yang dapat melihat hanya saudara dan tamu yang wanita saja, para gadis dan Ibu – Ibu.

Kedua orangtua mendatangi calon pengantin wanita di dalam kamar, menanyakan kemantapan hatinya untuk berumah tangga. Maka calon pengantin wanita akan menyatakan ikhlas menyerahkan sepenuhnya kepada orang tua.

Pada zaman dahulu, perjodohan anak banyak dilakukan oleh orangtua. Oleh karenanya kedua calon pengantin seringkali belum saling mengenal dan baru kenal ketika menjadi pengantin, kenal lebih dalam ketika di upacara krobongan dan dipajang di pelaminan dari malam hingga pagi.

Acara ini hingga sekarang masih ada walaupun zaman sudah berubah, termasuk tentang perjodohan. Itulah kekuatan budaya Jawa. Pada zaman sekarang, ketika akan terjadi pernikahan, kedua calon pengantin biasanya sudah saling mengenal, saling dekat dan mengerti atau memahami satu sama lain. Upacara Tantingan dilaksanakan pada malam midodareni.

Source Adat Jawa Tengah Tantingan arsip budaya nusantara
Comments
Loading...