Adat Jawa Tengah Sade Dawet

0 395

Adat Jawa Tengah Sade Dawet

Sade Dawet atau dodol dawet adalah salah satu rangkaian upacara pernikahan adat Solo. Seperti yang  diketahui, upacara pernikahan adat Solo terbagi menjadi : upacara pra – nikah, nikah dan resepsi pernikahan.

Sade Dawet atau dodol dawet dilakukan sebelum ijab pra – nikah. Sade Dawet ini di awali dengan bapak mempelai wanita memecah klenthing atau kendhi, sambil berucap ‘ora mecah kendhi nanging mecah pamore anakku’.

Seusai siraman calon pengantin wanita dibopong atau digendong oleh ayah ibu menuju kamar pengantin. Selanjutnya sang Ayah menggunting tigas rikmo atau sebagian rambut di tengkuk calon pengantin wanita. Potongan rambut tersebut diberikan kepada sang ibu untuk disimpan ke dalam cepuk atau tempat perhiasan, lalu ditanam di halaman rumah. Upacara ini bermakna membuang hal-hal kotor dari calon pengantin wanita.

Kemudian rambut calon pengantin wanita dikeringkan sambil diharumi asap ratus, untuk selanjutnya ‘dihalubi-halubi’ atau dibuat cengkorong paes. Selanjutnya rambut dirias dengan ukel konde tanpa perhiasan, dan tanpa bunga. Pada saat calon pengantin dibuat cengkorong paes itu, kedua orangtua menjalankan tatacara ‘dodol dawet’ (menjual dawet).

Disamping dawet sebagai hidangan, makna dari cendol (isi dari dawet) yang berbentuk bundar merupakan lambang kebulatan kehendak orangtua untuk menjodohkan anak.

Bagi orang yang akan membeli dawet tersebut harus membayar dengan ‘kreweng’ (pecahan genting) bukan dengan uang. Hal ini menunjukkan bahwa kehidupan manusia berasal dari bumi. Yang melayani pembeli adalah ibu, sedangkan yang menerima pembayaran adalah bapak. Hal ini mengajarkan kepada anak mereka yang akan menikah tentang bagaimana mencari nafkah sebagai suami istri, harus saling membantu.

Source Adat Jawa Tengah Sade Dawet pernikahanadat.blogspot.com
Comments
Loading...