Adat Jawa Tengah Pinangan

0 287

Adat Jawa Tengah Pinangan

Pinangan, berasal dari kata pinang
Me·mi·nang: meminta seorang perempuan (untuk dijadikan istri); melamar.
Pi·nang·an: Permintaan untuk memperistri

Biasanya yang melamar adalah pihak calon pengantin pria. Pada masa lalu, orang tua calon penganten pria mengutus salah seorang anggota keluarganya untuk meminang.

Tetapi kini, untuk praktisnya orang tua pihak lelaki bisa langsung meminang kepada orang tua pihak wanita. Bila sudah diterima, langsung akan dibicarakan langkah – langkah selanjutnya sampai terjadinya pernikahan. Hal – hal yang perlu dibicarakan antara lain meliputi : Tanggal dan hari pelaksanaan pernikahan, jam berapa, biasanya dicari hari baik. Jika hari pernikahan sudah ditentukan, upacara lain yang terkait seperti : peningsetan, siraman, midodareni, panggih, resepsi dan lainnya tinggal disesuaikan.

Tak hanya itu dalam persiapan pernikahan tak lupa mencari seorang pemaes/juru rias penganten tradisional. Dalam upacara pernikahan tradisional, peran seorang perias temanten sangat besar. Hal ini di karenakan seorang perias beserta asisten-asistennya akan membimbing, paling tidak memberitahu seluruh pelaksanaan upacara, lengkap dengan sesaji yang diperlukan. Seorang pemaes yang kondang, mumpuni dan ahli dalam bidangnya, biasanya juga punya jadwal yang ketat, karena laris, diminta merias dibanyak tempat, terlebih dibulan-bulan baik menurut perhitungan kalender Jawa.

 

Source Adat Jawa Tengah Pinangan bidadut'curhat
Comments
Loading...