Adat Jawa Tengah Pasang Tuwuhan

0 1.322

Adat Jawa Tengah Pasang Tuwuhan

Tuwuh berarti tumbuhan, atau tumbuh. Biasanya Pasang Tuwuhan ini di laksanakan setelah pemasangan tarub dan bleketepe, kemudian dilanjutkan dengan upacara pemasangan tuwuh atau tuwuhan ini. Pasang Tuwuhan ini memiliki makna seperti harapan pasangan calon pengantin akan tumbuh beranak pinak, atau tumbuh berkembang menuju kebahagiaan rumah tangga pada umumnya.

Tumbuh-tumbuhan dalam tuwuhan memiliki makna simbolisasi yang berbeda-beda. Tuwuhan juga mengandung arti suatu harapan kepada anak yang dijodohkan dapat memperoleh keturunan, untuk meneruskan keturunan keluarga. Tuwuhan ini terdiri dari :

Pohon pisang raja yang buahnya sudah masak

Maksud dipilih pisang yang sudah masak adalah diharapkan pasangan calon mempelai yang akan menikah telah mempunyai pemikiran dewasa atau telah masak dalam berumah tangga. Sedangkan pisang raja mempunyai makna pengharapan agar pasangan yang akan dinikahkan kelak mempunyai kemakmuran, kemuliaan dan kehormatan seperti raja.

Tebu wulung

Tebu wulung berwarna merah tua sebagai gambaran tuk-ing memanis atau sumber manis. Hal ini melambangkan kehidupan yang serba enak. Sedangkan makna wulung bagi orang Jawa berarti sepuh atau tua. Setelah memasuki jenjang perkawinan, diharapkan kedua mempelai mempunyai jiwa sepuh yang selalu bertindak dengan ‘kewicaksanaan’ atau kebijakan.

Kelapa Cengkir gadhing

Merupakan simbol dari kandungan tempat si jabang bayi atau lambang keturunan. Cengkir merupakan singkatan dari kenceng ing pikir atau persetujuan kedua orang tua.

Daun randu dari pari sewuli

Randu melambangkan sandang, sedangkan pari melambangkan pangan. Sehingga hal itu bermakna agar kedua mempelai selalu tercukupi sandang dan pangannya.

Godhong apa-apa (bermacam-macam dedaunan)

Seperti daun beringin yang melambangkan pengayoman, rumput alang-alang dengan harapan agar terbebas dari segala halangan.

 

Source Adat Jawa Tengah Pasang Tuwuhan pernikahanadat.blogspot.com
Comments
Loading...