Adat Jawa Tengah Pasang Tarub

0 1.595

Adat Jawa Tengah Pasang Tarub

Menyelenggarakan sebuah hajat atau acara pernikahan biasanya ditandai dengan dipasangnya tenda atau ornamen – ornamen pernikahan. Pernikahan yang digelar secara adat pastinya memiliki pakem adat khusus yang menjadi simbol sebuah tradisi suatu budaya.

Salah satunya adalah pakem yang merupakan ornamen pada dekorasi. Upacara Pasang Tarub merupakan tradisi dekorasi khas pernikahan Jawa, yang digunakan saat akan melakukan hajatan pernikahan.

Upacara Pasang Tarub atau sering di sebut tradisi membuat “bleketepe” atau anyaman daun kelapa untuk dijadikan atap atau peneduh resepsi manton. Tatacara ini mengambil “wewarah” atau ajaran Ki Ageng Tarub, beliau adalah salah satu leluhur raja – raja Mataram. Dulu saat Ki Ageng tarub membuat hajatan pernikahan anaknya Dewi Nawangsih dengan Raden Bondan Kejawan, Ki Ageng Tarub membuat peneduh sari anyaman daun kelapa untuk dijadikan atap (peneduh).

Hal itu dilakukan dikarenakan rumah Ki Ageng yang kecil tidak dapat memuat semua tamu, sehingga tamu yang diluar diteduhi dengan “payon” itu ruang yang dipergunakan untuk para tamu Agung yang luas dan dapat menampung seluruh tamu.

Kemudian payon dari daun kelapa itu disebut “tarub”. Kata tarub sendiri berasal dari nama orang yang pertama membuatnya (Ki Ageng Tarub). Tatacara memasang tarub yaitu di awali dengan seorang bapak dari calon pengantin naik tangga sedangkan ibu memegangi tangga sambil membantu memberikan “bleketepe” (anyaman daun kelapa).

Tatacara ini menjadi perlambang gotong royong kedua orang tua yang menjadi pengayom keluarga. Biasanya sebelum malam midodareni atau siraman, tarub ini sudah terpasang dengan rapih di depan pagar rumah calon pengantin. Mungkin kita sering melihat dekorasi tarub ini dibeberapa pernikahan keluarga maupun kerabat. Dan sering di jumpai pada pernikahan yang menggunakan adat jawa.

Source Adat Jawa Tengah Pasang Tarub pernikahanadat.blogspot.com
Comments
Loading...