Adat Jawa Tengah Paningset

0 665

Adat Jawa Tengah Paningset

Paningset adalah sejumlah barang atau harta yang diserahkan oleh pihak keluarga calon pengantin laki-laki kepada pihak keluarga calon pengantin wanita dalam adat pernikahan Jawa.

Dalam bahasa Jawa, peningset berarti tanda pengikat. Sejumlah barang atau harta itu dianggap sebagai tanda bahwa gadis yang menerimanya telah terikat untuk melangsungkan pernikahan dengan pemuda yang bersangkutan.

Apabila sang gadis bersedia dijodohkan dengan pria yang melamarnya, maka jawaban akan disampaikan kepada pihak keluarga pria, sekaligus memberikan perkiraan mengenai proses selanjutnya. Hal ini dimaksudkan agar kedua keluarga bisa menentukan hari baik untuk mewujudkan acara pernikahan. Pada saat itu, orang tua pihak pria akan membuat ikatan pembicaraan lamaran dengan pasrah paningset atau sarana pengikat perjodohan.

Dengan kata lain, paningset yaitu mengikat sepasang calon suami-istri sebelum peresmian hubungan mereka melalui upacara pernikahan. Oleh sebab itu, paningset sering disebut juga panjer yang memiliki arti tanda jadi dalam urusan jual-beli. Upacara penyerahan paningset ini disebut paningsetan. Gadis yang telah menerima paningset disebut wis dipacangake dan secara adat ia tidak boleh menerima paningset dari pihak lain.

Bingkisan yang dibawa biasanya terdiri atas sepotong kain batik dan kebaya, yang disebut pakaian sak pengadek, beberapa jenis makanan dan masakan tak jarang juga disertai cincin nikah atau seperangkat perhiasan.

Di Jawa, peningset merupakan bagian penting dari tata cara pernikahan. Pemuda dan pemudi di Jawa pada umumnya bebas memilih jodohnya sendiri, akan tetapi ada pula yang tidak menolak bila di jodohkan oleh orang tuanya, baik dengan orang yang masih ada hubungan kerabat atau yang tidak ada hubungan kerabat.

 

Source Adat Jawa Tengah Paningset pernikahanadat.blogspot.com
Comments
Loading...