Adat Jawa Tengah Panembung

0 624

Adat Jawa Tengah Panembung

Panembung dapat diartikan sama dengan  melamar. Dalam melamar seorang gadis yang akan dijadikan jodoh, biasanya dilakukan sendiri oleh pihak pria disertai keluarga seperlunya.

Tetapi bagian ini bisa juga diwakilkan kepada sesepuh atau orang yang dipercaya disertai beberapa orang teman sebagai saksi. Setelah pihak pria menyampaikan maksud kedatangannya, orang tua gadis tidak langsung menjawab boleh atau tidak putrinya diperistri.

Sebelum melangkah ke tahap selanjutnya, perantara akan menanyakan beberapa hal pribadi seperti sudah adakah calon bagi mempelai wanita. Bila belum ada calon, maka utusan dari calon pengantin pria memberitahukan bahwa keluarga calon pengantin pria berkeinginan untuk berbesanan. Lalu calon pengantin wanita diajak bertemu dengan calon pengantin pria untuk ditanya kesediaannya menjadi istrinya.

Jika calon pengantin wanita setuju, maka perlu dilakukan langkah – langkah selanjutnya. Langkah selanjutnya tersebut adalah ditentukannya hari “H” kedatangan utusan untuk melakukan kekancingan rembag atau peningset. Untuk menjaga tata trapsila, jawaban yang disampaikan kepada keluarga laki – laki akan ditanyakan dahulu kepada sang putri. Untuk itu pihak pria dimohon bersabar.

Jawaban ini tentu saja dimaksudkan agar tidak mendahului kehendak yang akan menjalankan, yaitu sang gadis, hal ini juga bertujuan agar tak menurunkan wibawa pihak keluarganya. Biasanya mereka akan meminta waktu untuk memberikan jawaban sekitar sepasar atau 5 hari.

Setelah tahap Nontoni selesai maka tahap selanjutnya adalah Nakokake atau Nembung atau Nglamar. Nglamar merupakan peristiwa penting dalam tahap pernikahan, karena dalam tahap Nglamar ini mengandung makna bahwa calon pengantin pria dan keluarganya serius ingin memperistri pihak perempuan, jika pihak wanita setuju.

 

Source Adat Jawa Tengah Panembung kompasiana
Comments
Loading...