Adat Jawa Tengah Midodareni

0 747

Adat Jawa Tengah Midodareni

Silaturahmi antara kedua keluarga yaitu keluarga mempelai pria berkunjung ke rumah mempelai wanita. Malam Midodareni diadakan semalam sebelum upacara pernikahan yang dimulai keesokan harinya. Malam Midodareni dianggap sebagai malam yang baik dan memiliki makna sebagai turunnya para bidadari. Buat kamu cewek atau cowok keturunan Jawa, pasti sudah tak asing lagi dengan istilah Malam Midodareni dalam pernikahan.

Apalagi buat kamu yang memiliki orangtua yang masih kental akan budaya Jawa. Midodareni ini merupakan proses upacara pernikahan adat Jawa yang sepertinya telah mengalami sedikit revolusi alias pergeseran, entah itu prosedurnya atau pemaknaannya. Nah, kali ini akan mengulas tentang fakta seputar Malam Midodareni yang menjadikan calon mempelai wanita sebagai orang paling istimewa di muka bumi.

Menurut mitos Jawa, Midodareni berasal dari legenda Jaka Tarub dan Nawangwulan. Kunjungan Sang Dewi untuk putrinya, Nawangsih yang hendak menikah. Upacara Midodareni ini berasal dari cerita legenda Jaka Tarub dan Dewi Nawangwulan. Dikisahkan, Nawangwulan adalah seorang bidadari yang turun dari kayangan ke bumi untuk menjenguk putrinya, Dewi Nawangsih yang akan menikah.

Dari cerita inilah, masyarakat Jawa mulai mengenal Malam Midodareni yang berasal dari kata widodari atau bidadari. Artinya, mereka percaya bahwa malam sebelum pernikahan, para bidadari dari kayangan turun ke bumi dan menyambangi rumah calon pengantin wanita. Malam Midodareni bisa juga diartikan sebagai pingitan untuk calon pengantin wanita. Malam sebelum prosesi pernikahan esok harinya.

Mungkin orang lebih akrab dengan istilah pingit bagi calon pengantin wanita. Ya, karena memang dia hanya diperbolehkan berdiam diri di kamar.

Source Adat Jawa Tengah Midodareni idn times
Comments
Loading...