Adat Jawa Tengah Jonggolan

0 427

Adat Jawa Tengah Jonggolan

Jonggolan atau Nyantri adalah sowannya calon mempelai pria ke rumah calon mempelai wanita untuk bertemu dengan orang tua dari calon mempelai wanita yang kelak akan menjadi mertuanya. Jonggolan atau nyantri sendiri berasal dari kata njonggol yang berarti menampakan diri. Menampakkan diri ini untuk menunjukkan kepada calon mertuanya bahwa sampai saat menjelang detik-detik akad nikah calon mempelai pria dalam keadaan sehat walafiat dan telah mempunyai kemantapan hati untuk menikahi putrinya.

Menikah menjadi alur baru yang akan ditempuh hampir setiap orang, dan ketika menjalaninya membutuhkan sikap yang baik untuk menciptakan keharmonisan dalam berumah tangga. Untuk itu catur wedha atau empat petunjuk yang diwariskan sejak dahulu berguna baik sebagai pegangan dalam membina pernikahan. Catur wedha akan diberikan kepada calon mempelai pria sesuai tradisi adat Jawa dalam prosesi Jonggolan atau nyantri.

Pada acara Jonggolan ini calon mempelai pria tidak datang beserta orang tuanya melainkan hanya didampingi oleh wakil dari keluarganya yang telah ditunjuk oleh keluarganya. Dalam Jonggolan atau nyantri ini calon mempelai pria datang dengan membawa sebuah bingkisan yang berisi segala keperluan sehari – hari calon mempelai wanita yang disebut dengan seserahan. Yang unik dari seserahan ini adalah segala yang diberikan kepada calon istrinya semuanya berjumlah ganjil.

Dan uniknya lagi pada saat acara jonggolan ini sang calon mempelai pria yang datang ke rumah calon mempelai wanitanya hanya diperbolehkan sampai di beranda rumahnya dan diberi jamuan hanya berupa segelas air putih saja tanpa diperbolehkan sama sekali untuk bertemu calon istrinya.

Source Adat Jawa Tengah Jonggolan arsip budaya nusantara
Comments
Loading...