Adat Jawa Tengah Catur Wedha

0 1.493

Adat Jawa Tengah Catur Wedha

Catur Weda dalam Bahasa Indonesia berarti empat nasehat atau empat wejangan. Wejangan atau nasehat ini diberikan oleh calon mertua atau pria kepada calon menantu pria. Penyampaian Catur Wedha dibacakan pada malam midodareni yaitu sesudah wakil dari keluarga calon pengantin pria menberi segala perlengkapan lamaran kepada keluarga pengantin wanita.

Pembacaan catur wedha adalah pembacaan empat wejangan/nasihat untuk mengarungi rumah tangga dari calon penganin kelak. Wejangan/nasihat ini di bacakan oleh ayah dan ibu mempelai wanita kepada calon mempelai pria. Sesuai dengan tradisi di Jawa, wejangan ini disampaikan atau dibacakan dengan menggunakan Bahasa Jawa ngoko. Memakai bahasa ngoko karena merupakan perintah atau tradisi dari orang tua.

Jika calon pengantin pria bukan orang Jawa, wejangan/nasehat ini dapat juga disampaikan dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Namun sebaiknya jangan menggunakan bahasa asing, walaupun calon pengantin pria berasal dari beda negara. Berikut Catur Wedha dalam Bahasa Indonesia :
Pertama, Engkau telah menetapkan diri untuk hidup berkeluarga dengan putri kami. Maka segala tindak-tandukmu harus bersikap dewasa. Jangan seperti saat masih perjaka. Buatlah istrimu mengerti, bahwa istrimu sudah ada yang melindungi yaitu kau.

Kedua, Hormatilah mertuamu seperti layaknya orangtuamu sendiri, sebab kami juga menganggap engkau sebagai anak kami sendiri.

Ketiga, Hiduplah bermasyarakat, wajib mematuhi hukum negara, menghormati dan mengasihi sesama agar menemukan hidup bahagia.

Keempat, Bertakwalah kepada Allah Swt, Tuhan Pencipta Alam Semesta dan jauhilah laranganNya sesuai dengan agama yang kau anut. Niscaya engkau akan menemukan kegembiraan dan kemuliaan serta dapat menjadi teladan bagi sesama untuk menuju kejayaan nusa dan bangsa.

Source Adat Jawa Tengah Catur Wedha asap budaya nusantara
Comments
Loading...