Adat Istiadat Jawa : Upacara Mengubur Bali (Ari-ari)

0 260

Sejak zaman dulu, ari-ari bayi yang baru lahir selalu dikuburkan. Bagi masyarakat Jawa, prosesi penguburan ini dianggap sesuatu yang penting. Sebab ari-ari merupakan organ yang menjadi jalur hidup jabang bayi ketika dalam kandungan. Sehingga orang Jawa meyakini ari-ari sebagai batir (teman/ saudara) yang menemaninya dengan setia hingga si jabang dilahirkan. Tata Cara Mengubur Ari-Ari Bayi. Selama dalam rahim, ari-ari memiliki empat fungsi. Termasuk mengirimkan gizi dan oksigen, membawa karbondioksida dan sisa pembuangan, membentuk pertahanan dari infeksi dan mengeluarkan hormon penunjang kelangsungan hidup.

Demikian pentingnya peranan ari-ari, hingga ia tetap diperlakukan dengan layak, sekalipun tugas utamanya telah selesai. Dari kacamata spiritual Jawa, ari-ari masih memiliki peranan panjang hingga ke depannya. Istilah Kakang Kawah, Adi Ari-Ari, Getih lan Puser menggambarkan bahwa ari-ari tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari jabang bayi yang dilahirkan. Ari-ari merupakan ‘adik kandung’ tiap-tiap pribadi yang menemani kemanapun orang ini pergi. Karena itulah menguburkan ari-ari juga tidak boleh sembarangan. Ada tata caranya, seperti yang tertulis berikut ini.

Cara menguburkan ari-ari bayi:

  1. Setelah janin lahir, ari-ari dibersihkan oleh petugas kesehatan (atau dukun bayi jaman dulu).
  2. Beralaskan daun senthe, ari-ari dimasukkan ke dalam periuk tanah. Kemudian ditutup dengan cobek atau tempurung kelapa.
  3. Diatas wadah diberi berbagai ubarampe atau barang syarat.
Source kompasiana.com kompasiana.com/dewisundari/tradisi-mengubur-ari-ari-bayi-tata-caranya_5927896bba22bd3416a5e72b
Comments
Loading...