Adat Istiadat Jawa : Upacara atau Ritual Hajat Bumi

0 162

Adanya pernikahan dua unsur, yakni adat dan agama, seperti yang dikatakan dua sumber yang ditemukan, membuktikan adanya reproduksi kebudayaan (reproduksi kultural), yakni proses melakukan kembali upaya produksi atas kebudayaan. Upacara atau ritual hajat bumi ini adalah hasil dari reproduksi kebudayaan, dimana telah terjadi produksi ulang dari kebudayaan terdahulu, dan produksi ini berlangsung pada tahap makna, artinya ornamen-ornamen dalam ritual mengalami pergeseran makna, bukan bentuk.

Pada sisi lain, pada dasarnya terjadi dinamika tersendiri dalam masyarakat, dimana ada resistensi yang sangat rentan kearah pengguguran nilai sekaligus bentuk. Disatu sisi masyarakat masih berkehendak untuk mempertahankan ritual hajat bumi, namun disisi lain, kepercayaan agama menjadi persoalan lain, dimana dalam ajaran Islam tidak dibenarkan yang namanya anisme dan dinamisme. Hingga akhirnya, masyarakat memilih mengambil jalan tengah dengan tetap melaksanakan ritual hajat bumi dengan bentuk aslinya, namun ada nilai atau makna-makna yang dirubah. Upacara hajat bumi tidak lagi semata-mata ditujukan kepada para leluhur, atau meminta keberkahan kepada leluhur, tapi diarahkan tetap kepada ajaran Islam yakni meminta kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Source dewankeseniankarawang.wordpress.com dewankeseniankarawang.wordpress.com/group-seni
Comments
Loading...