Adat Istiadat Jawa : Upacara Adat Tradisi Wiwitan Bantul

0 36

Wiwitan. Tradisi tersebut merupakan ungkapan rasa syukur atas hasil panen tanaman padi atau palawija yang baik. Disebut Wiwitan karena “wiwit” berarti mulai memotong padi sebelum panen diselenggarakan. Acara yang digelar dengan khidmat dihadiri oleh Bapak Bupati Bantul, Dinas Kebudayaan Yogyakarta yang diwakili oleh Bapak Markus dan Ibu Herlina, Miss Bantul, serta pejabat lain yang berkontribusi dalam kegiatan tersebut. Acara dimulai pukul 13.00 sampai dengan 16.00, menampilkan potensi seni budaya yang ada di Gilangharjo.

Eksotis alam dengan hamparan padi hijau yang membentang di area panggung, menambah kekaguman atas nikmat Tuhan yang diberikan di tanag Gilangharjo. Pertunjukkan seni yang ditampilkan diantaranya; Gejok Lesung, Sendratari Dewi Sri dan karawitan siswa SMP 4 Pandak. Lantunan irama gejok lesung menyambut tamu yang hadir. Selanjutnya acara upacara tradisi wiwitan dimulai dengan dipimpin oleh seorang kaum. Mbah kaum memulai prosesi dengan berdoa, dilanjutkan dengan memotong sebagian padi sebagai tanda padi sudah siap dipanen.

Setelah ritual selesai, petani membagikan makanan yang sudah disiapkan kepada seluruh masyarakat yang hadir. Tradisi wiwitan ini juga menjadi salah satu menjalin silaturahmi, kerukunan dan kegotongroyongan di  masyarakat. Menikmati sajian makanan berupa nasi gurih, ayam kampung, peyek, teri dan sayuran yang dikemas dengan daun pisang sambil disajikan suguhan kesenian sendratari Dewi Sri. Rangkaian upacara adat yang dikombinasikan.

Source tasteofjogja.org tasteofjogja.org/isiberita.WG8vHSEMSvl3HKX9wlxQTOy4LodWz1hmJVtcXYKuyMzMiVP-bwlOc1vc3pIN2V_cTMODRKS5mxkoPej8_N6HPw
Comments
Loading...