Adat Istiadat Jawa : Upacara Adat Rejeban Terban

0 79

Upacara Adat Rejeban yang diselenggarakan oleh Kampung Sagan, Kelurahan Terban ini, terakhir kali dilaksanakan pada tahun 1968, namun mulai digiatkan kembali pada tahun 2014 karena kesepakatan warga untuk melestarikan kembali Upacara Adat yang dimiliki Kampung Sagan. Setelah digiatkan kembali, Upacara Adat Rejeban sudah dilaksanakan selama 5 kali, dimulai pada Tahun 2014 hingga 2018 sekarang. Rajaban dalam Islam, menurut Ustadz Nana Karsana merupakan sebuah bulan dimana Rasulullah Muhammad SAW kala itu diperintahkan oleh Allah SWT melakukan perjalanan dari Masjidil Haram (Makkah) ke Masjidil Aqsha (Palestina).

Rasul menerima perintah yaitu untuk menerima perintah salat lima waktu diyakini terjadi pada 27 Rajab. Dalam mitologi Jawa, tradisi ini kemudian meluas menjadi tradisi dalam membersihkan makam. Rangkaian acara Upacara Adat Rejeban dimulai dengan Gesik Makam, yaitu membersihkan 3 makam yang ada di wilayah Sagan : Makam Bendo, Makam Purbonegoro, dan Makam Carangsoka, yang memiliki leluhur yang berbeda-beda. Acara dilanjutkan dengan Kirab yang diikuti oleh Bergodo Purbonegoro, wakil dari 12 RW, wakil dari beberapa sekolah yang ada di wilayah kampung Sagan, dan warga masyarakat. Setelah Kirab, acara dilanjutkan dengan Pasrah Ambeng dan pentas seni.

Menurut tokoh budaya setempat, Makam bendo memiliki tokoh legendaris bernama Kyai Sag dan Nyai Sag. Beliau berdualah yang kemudian menjadi tokoh panutan di daerah tersebut, sehingga kata Sag kemudian disematkan menjadi nama daerah bernama Sagan

Source Dinas Kebudayaan tasteofjogja.org/isiberita.UUgBLGDRi5ouAaelz96aT0P0ceLMrZ-w6AA2OdmC5Jo7msWeIr9WvCrFrWZDTJrBfHcew7EpICClmD0WuDRyrg
Comments
Loading...