Adat Istiadat Jawa : Upacara 14 Mulud (Garut, Jawa)

0 124

Kedatangan Tamu. Mulai tanggal 10 Mulud tamu yang dari jauh sudah mulai datang ke Kampung Dukuh, sedangkan yang terakhir datang pada tanggal 13 Mulud, malah dari Kampung Luar Dukuh yang paling dekat datang pada sore hari menjelang Magrib ke Kampung Dukuh. Banyaknya tamu yang dating membuat kapasitas tamu tidak tertampung di rumah-rumah masyarakat Dukuh, sehingga umumnya terpasang tenda di halaman. Semua tamu ketika sampai ke Kampung Dukuh langsung menuju ke rumah Kuncen untuk menyampaikan maksudnya, sesudah diterima ke Kuncen kemudian disuguhkan makanan, tamu ini diatur oleh Wakil Kuncen untuk tempat tinggalnya dititipkan di rumah-rumah masyarakat, tapi kalau tidak tertampung di rumah-rumah masyarakat terpaksa memasang tenda darurat.

Selain tamu yang datang dari luar Kampung Dukuh, masyarakat setempat juga datang ke Kampung pada waktu sore tanggal 13 Mulud, menyampaikan maksudnya untuk ikut kegiatan upacara 14 Mulud. Semua tamu dan masyarakat setempat datang ke Kuncen sambil membawa tempat air yang disebut ?Kele?, jika ada tamu yang tidak punya kele, disediakan oleh masyarakat Dukuh, kele ini sebagai tempat air pada acara ?Ngabungbang? air kele ini dibawa kerumah masing-masing dicampurkan pada sumber iar yang biasa dipakai untuk keperluan sehari-hari (sumur atau air minum). Wejangan. Sesudah sholat isya jam 8.00 malam, semua yang mau ikut upacara 14 Mulud kumpul di rumah Kuncen.

Source limbangangarut.com limbangangarut.com/article/37125/upacara-14-mulud.html
Comments
Loading...