Adat Istiadat Jawa : Upacara 12 Mulud (Garut, Jawa)

0 167
1.Tanggal 11 Maulud tamu-tamu yang mau ikut upacara 12 Maulud dari luar Kampung Dukuh sudah datang ke Kampung Dukuh, sambil membawa peralatan yang mau di muludkan.
2.Pada sorenya tanggal 11 Maulud tamu-tamu dan masyarakat Kampung Dukuh melaksanakan ?Manaja? ke Kuncen sesudah Sholat Ashar. ?Manaja? ialah menyampaikan maksud ka Kuncen sambil mempersilahkan makan berupa bebawaan seperti : beras, kelapa, mie, telor, dan lain-lain semampunya.
3.Bebawaan manaja itu dikumpulkan di rumah Kuncen, seterusnya di masak oleh istri Kuncen yang di bantu oleh istri-istri masyarakat Kampung Dukuh, juga ada lelaki yang membantu membuat kontrang dan kojong, yaitu barang tempat menyimpan makanan untuk ke masjid.
4.Upacara 12 Mulud di Kampung Dukuh merupakan upacara besar yang disebut Lebaran Mulud, lebih besar dari lebaran Idul Fitri atau Idul Adha.
5.Sesudah Sholat Isya diadakan kegiata terebang senjak, yaitu merupakan kesenian asli Kampung Dukuh yang dilaksanakan di dalam Masjid Jami sampai waktu subuh.
6.Dari kegiatan terebang ini, selain memainkan terebang senjak juga di barengi oleh membaca Sholawat Nabi.
7.Pagi-pagi tanggal 12 Mulud, kurang lebih jam 7.00 sesudah ada isyarat panggilan berupa suara bedug yang di dengungkan di Masjid Jami, semua lelaki masyarakat Kampung Dukuh juga para tamu lelaki masuk ke Masjid Jami sambil bawa alat-alat yang ditaruh di tempatnya masing-masing, selain dari barang-barang pusaka padi.
Source limbangangarut.com limbangangarut.com/article/37123/upacara-12-mulud.html
Comments
Loading...