Adat istiadat Jawa : Udhik-Udhik Miyos Gongso Sekaten

0 29

Miyos gongso sekaligus menyebar ‘udhik’-udhik’ dalam rangka dimulainya puncak perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang rutin digelar Kraton Yogyakarta. Sebar udhik-udhik merupakan wujud sedekah dari raja untuk kawula. Lalu, perangkat gamelan Sekaten, Kanjeng Kyai Nagawilaga dan Kanjeng Kyai Guntur Madu akan dikeluarkan dari Kraton Yogyakarta menuju Pagongan Masjid Gedhe Kauman. Abdi dalem KHP Wahana Sarta Kriya Kraton Yogyakarta KRT Kusumanegara menjelaskan rangkaian miyos gangsa sudah dimulai sejak bakda Ashar dengan keluarnya dua perangkat gamelan dari tempat penyimpannya ke Bangsal Pancaniti Kompleks Keben Kraton Yogyakarta.

Kedua perangkat gamelan pusaka tersebut akan kembali ditabuh hingga pukul 23.00 WIB. Jelang tengah malam, kedua KK Nagawilaga dan KK Guntur Madu akan dibawa menuju Masjid Gedhe Kauman, melewati Siti Hinggil Kraton Yogyakarta melewati Pagelaran, Alun-alun Utara untuk selanjutnya ke barat menuju gapura masuk Masjid Gedhe Kauman.

Keluarnya gamelan akan dikawal dua bregada prajurit Kraton Yogyakarta, yakni Jogokaryo dan Patangpuluh. Setelah ditabuh, jelang peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW kedua gamelan akan dibawa masuk lagi ke Kraton dalam prosesi Kondur Gangsa pada 11 Desember malam

jelas Enggar.

Source tasteofjogja.org tasteofjogja.org/isiberita.VtC7PVaJVzsK7rhUBUOXsy1tuTV9DIW9w3k2rfgrOs9FvuYV4Cbn69z1dg0I75b2B0zcj2eq2dRUAQMPtqoh4Q
Comments
Loading...