Adat Istiadat Jawa : Turun Taneuh, Pertama Tanah

0 368

Turun Taneuh ialah upacara pertama kali bayi menjejakkan kakinya ke tanah, diselenggarakan setelah bayi itu agak besar, setelah dapat merangkak atau sedang belajar merangkak sedikit-sedikit. Perlengkapan yang disediakan harus lebih lengkap dari upacara Nurunkeun, selain aneka makanan juga disediakan kain panjang untuk menggendong, tikar atau taplak putih, padi segenggam, perhiasan emas (kalung, gelang, cincin), uang yang terdiri dari uang lembaran ratusa, ribuan, dan puluh ribuan.

Jalannya upacara, apabila para undangan telah berkumpul diadakan doa selamat, setelah itu bayi digendong dan dibawa ke luar rumah. Di halaman rumah telah dipersiapkan aneka makanan, perhiasan dan uang yang disimpan di atas kain putih, selanjutnya kaki si anak diinjakkan pada padi/makanan, emas, dan uang hal ini dimaksudkan agar si anak kelak pintar mencari nafkah. Kemudian anak itu dilepaskan di atas barang-barang tadi dan dibiarkan merangkak sendiri, para undangan memperhatikan barang apa yang pertama kali dipegangnya.

Jika anak itu memegang padi, hal itu menandakan anak itu kelak menjadi petani. Jika yang dipegang itu uang menandakan anak itu kelak menjadi saudagar/pengusaha. Demikian juga apabila yang dipegangnya emas menandakan anak itu kelak akan menjadi orang yang berpangkat atau mempunyai kedudukan yang terhormat. Meski demikian inti maknanya adalah do’a yang terpanjatkan, mau jadi apapun anak tersebut kelak, sukses.

Source posjabar.com posjabar.com/upacara-adat-sunda-part-3
Comments
Loading...