Adat Istiadat Jawa : Tapa Bisu, Mubeng Balai Desa

0 190

Acara selanjutnya adalah Tapa Bisu. Biasanya jam sudah menunjukan pukul 00. Tapa Bisu ini adalah berkeliling memutari bangunan Balai desa sebanyak 7 putaran. Tidak berbicara, tidak merokok, dan tidak menyalakan hp. Berdzikir atau berwiridan sangat dianjurkan di dalam hati saja.  Lelaku ini melawan arah jarum jam dengan posisi jantung di kiri putaran dan tanpa alas kaki.Walaupunprosesi ini dilakukan bersama-sama namun praktiknya dilakukan sendiri-sendiri.

Didalam cerita saur sepuh, begitulah Raja kami melakukannya. Tentu tidak semata mengelilingi balaidesa. Ia mengunjungi seluruh tanah kami, saamparan jagad Sunda, mengunjungi rakyatnya sepenuh hati, sepenuh cinta. Balaidesa hanyalah sebagai lambang saja. Langkah-langkah putaran itu sungguh-sungguh khidmat. Ia menjadi lelaku para lelaki, yang mencoba sadar pada potensi kepemimpinannya. Dijurung  teuneung, ludeung. Maju dan berani.

Banyak yang merasai perjalanan yang hampir-hampir mistis ini. Semacam perjalan batin. Ada yang bertemu lelaki berjanggut, berambut putih atau bertemu harimau. Itu biasanya disampaikan setelah Tapa Bisu selesai. Mungkin sulit untuk percaya, namun itu adalah pengalaman dari masing-masing peserta.

Source kompasiana.com kompasiana.com/pustakakemucen/ngabungbang-tradisi-caang-bulan-14-rajagaluhan_55204315a333119744b65b2d
Comments
Loading...