Adat Istiadat Jawa : Sistem Peralatan Hidup Ciptagelar

0 146

Dalam pembangunan jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya, warga Kasepuhan Ciptagelar juga melakukannya dengan tenaga mereka sendiri. Dalam laporan kepada warganya itu, Abah Anom menyampaikan selesainya beberapa proyek pembangunan jalan dan jembatan yang menelan biaya hingga ratusan juta rupiah. Hebatnya, seluruh biaya pembangunan itu sepenuhnya swadaya masyarakat adat Kasepuhan tersebut. Kegiatan-kegiatan yang ada itu tidak terlalu banyak membutuhkan uang, tetapi tenaga.

Untuk pembangunan jalan, misalnya, bantuan warga bukan berbentuk uang, tetapi tenaga. Alat penerangan yang ada disana ternyata sudah menggunakan listrik yang dibuat oleh sekelompok orang yang merasa prihatin terhadap daerah-daerah terpencil seperti desa Ciptagelar. Listrik yang ada disana bukan listrik dari PLN namun listrik yang dibuat secara swadaya masyarakat dan bantuan donatur. Dengan adanya listerik maka tidak menuntut kemungkinan masuknya berbagai alat komunikasi seperti televisi radio komunitas. Peralatan pertanian yang digunakan disana masih sangat sederhana sekali mereka masih menggunakan kerbau sebagai alat untuk membajak tanah.

Source raksawinaya.blogspot.co.id raksawinaya.blogspot.co.id/2013/02/kasepuhan-banten-kidul.html
Comments
Loading...